Kisah Orang-orang yang Sembuh dari Covid-19 Lewat Jalan Tol Tuhan

Kisah Orang-orang yang Sembuh dari Covid-19 Lewat Jalan Tol Tuhan

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Qosim (60), warga Jalan Tanjung Lengkong RT 017/RW 07, Bidara Cina III, Jatinegara, Jakarta Timur, tak kuasa menahan tangis dan terus meneteskan air mata ketika diberi semangat, dituntun doa dan disuguhi herbal Sinar Superfit oleh Agus Mawardi, anggota Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra Pemuda Panca Marga (KYP PPM), sebagai ikhtiar memohon kesembuhannya dari Covid-19 kepada Allah SWT.

Bagi pedagang Cimol keliling di kawasan Jatinegara itu, kehadiran Satgas Anticovid-19 KYP PPM di rumah kontrakannya terasa seperti pertolongan Allah SWT, setelah sebelumnya selama sebulan lebih dihinggapi kecemasan, bahkan dijauhkan dan dikucilkan oleh lingkungan masyarakat, sejak ia dan Masroh (55), istrinya, dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Sejak berangkat dari Demak, Jawa Tengah, 15 tahun lalu, merantau, berdagang dan berumah tangga di Jakarta, ia tidak pernah merasakan terpuruk sedalam ini; istrinya terpapar Covid-19, ia menyusul tertular Covid-19, ketakutan dan kecemasan, kehilangan penghasilan harian karena tidak bisa berdagang dan dikucilkan lingkungan masyarakat.

“Saya bersyukur dan berterima kasih banget kepada tim Satgas yang menolong saya dan istri sampai sembuh dari virus Corona berkat doa dan minuman herbal. Saya sempat lama dikucilkan, sampai tetangga nggak berani mendekat. Tidak ada yang bantu kami dengan makanan dan minuman. Setelah dibantu dan dikomunikasikan oleh Satgas kepada Kepala Lingkungan, kami mulai sering mendapat perhatian RT/RW,” tutur Qosim.

Kisah Jumadi (62), warga Kelurahan Gedong RT 12/RW 10, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, tak jauh berbeda dengan Qosim. Kepada Muhammad Sifa’, anggota Satgas Anticovid-19 KYP PPM, Jumadi menuturkan ia dan keluarga merasa terpukul sejak dinyatakan positif terpapar Covid-19 karena ancaman kematian menghantui ia dan keluarga. Ditambah lagi dikucilkan oleh tetangga.

“Alhamdulillah saya sekarang sudah sehat kembali. Terima kasih banyak kepada tim Satgas yang selalu memberi dukungan motivasi, mengajak kami berdoa dan memberikan bantuan minuman herbal. Saya sekarang sudah bisa pulang kampung dan bertani,” tutur Jumadi.

Pengalaman serupa terjadi pada Muarrifah (43) warga Gresik, Jawa Timur. Ia mengalami syok begitu dirinya dinyatakan positif terpapar Covid-19. Terlebih setelah tiga anaknya, dua perempuan dan satu laki-laki, juga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Bayangan buruk kerap hinggap dan menghantui Muarrifah, setiap kali mengingat Khofiyah, ibu kandungnya, yang beberapa hari sebelumnya meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Muhammad Sifa’, anggota Satgas Anticovid-19 KYP PPM, membimbing Jumadi berdoa dan menyuguhkan herbal Sinar Superfit.

“Kesedihan kami belum juga hilang setelah Ibu meninggal dunia karena Covid-19, lalu saya dan anak-anak diswab, dinyatakan positif dan menjalani isolasi mandiri. Kami merasa seperti dikucilkan oleh lingkungan masyarakat. Rasanya campur aduk; sedih, takut, cemas,” ungkap Muarrifah.

Karena itu, ketika seseorang datang menyulut api semangat, sekaligus berbagi doa dan minuman herbal, ia merasa adanya kehadiran Allah SWT, Tuhan yang Mahakasih dan Mahasayang, akan memberikan kesembuhan kepadanya dan anak-anaknya.

“Mbak Umroh mengunjungi saya dan anak-anak di rumah isolasi mandiri untuk menyemangati kami. Lalu kami dituntun berdoa kepada Allah SWT dan diberi minuman herbal Sinar Superfit. Setelah berdoa dan minum herbal itu, kami merasakan tenang. Tumbuh optimisme pasti sembuh. Dan, alhamdulillah setelah diswab lagi, hasilnya saya dan anak-anak dinyatakan negatif atau sembuh dari Covid-19,” tutur Muarrifah.

Muarrifah adalah salahseorang dari ribuan warga Jawa Timur yang hidupnya terancam sejak terinfeksi Covid-19. Muarrifah bersyukur dan berterima kasih, setelah dituntun untuk berdoa dan diberi minuman herbal Sinar Superfit oleh Umroh, anggota Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra Pemuda Panca Marga wilayah Gresik, ia dan anak-anaknya dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Usai dinyatakan negatif atau sembuh dari Covid-19, Irma (45), warga Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengucapkan terima kasih kepada Ahmad Chairudin, anggota Satgas Anticovid-19 KYP PPM yang memberikan semangat, menuntunnya untuk berdoa dan memberikan bantuan minuman herbal Sinar Superfit.

Ahmad Chairudin, anggota Satgas Anticovid-19 KYP PPM, menuntun Irma berdoa dan menyuguhkan herbal Sinar Superfit.

“Terima kasih atas perhatian, dukuangan dan bantuan Bapak Satgas. Sejak ditolong saya merasa tumbuh semangat untuk sembuh. Alhamdulillah sekarang sudah betul-betul sembuh,” ujar Irma.

Dalam rangka membantu pemerintah, TNI/Polri, menekan jumlah korban pandemi Covid-19, Satgas Anticovid-19 KYP PPM selama tiga bulan terakhir terjun ke masyarakat menggelar pengobatan warga berstatus positif Corona di sejumlah titik zona merah di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Anggota Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra blusukan dari gang ke gang mengunjungi dan mengobati warga positif Covid-19. Aksi nyata tersebut membuahkan hasil menggembirakan. Hasil swab menyatakan, seorang anggota TNI dan banyak warga positif corona yang masuk dalam program pengobatan satgas dinyatakan negatif atau sembuh dari Covid-19.

Komandan Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra Zulfikar Fuad mengatakan, sebagai komponen cadangan strategis pertahanan negara dan komponen pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Pemuda Panca Marga (PPM)/Korps Yudha Putra (KYP) wajib membantu pemerintah, terutama TNI/Polri, dalam hal melindungi masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI dari ancaman non militer; wabah penyakit Covid-19. Salahsatunya dalam bentuk pencegahan dan pengobatan gratis dari infeksi Covid-19.

Disebutkan Zulfikar Fuad, bahwa kegiatan pengobatan gratis warga positif Covid-19 yang diselenggarakan pihaknya menggunakan pendekatan pembinaan mental spiritual dan sarana Sinar Superfit, obat tradisional antivirus warisan nenek moyang bangsa Indonesia dari bahan asap cair tempurung kelapa yang terbukti efektifitasnya mencegah dan mengobati banyak orang dari infeksi virus Corona.

Umroh, anggota Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra Pemuda Panca Marga wilayah Gresik, bersama Muarrifah dan anak-anaknya.

Sebelum diberikan obat tradisional Sinar Superfit, warga positif Covid-19 dibekali bimbingan mental dan spiritual, lalu dituntun untuk berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing oleh anggota Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra, sebagai motivasi agar selalu mengingat Sang Pencipta yang memberi sakit sekaligus memberi kesembuhan, agar semangat untuk sembuh menjadi tumbuh dan menguat.

“Barangkali dalam pandangan medis/tenaga kesehatan, lafadz do’a dan minuman herbal tidak ilmiah dan tidak bisa diklaim sebagai obat antivirus Covid-19. Buat kami hal itu tidak masalah. Terpenting adalah tujuan utamanya tercapai, yakni menyembuhkan warga dari Covid-19 itu benar-benar terbukti. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT, Tuhan YME. Misi kami adalah menyelamatkan warga dari ancaman kematian akibat Covid-19. Kami memegang teguh prinsip hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat,” ujar Zulfikar Fuad.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga/Komandan Korps Yudha Putra Berto Izaak Doko mengatakan, kegiatan pencegahan dan pengobatan gratis yang digelar Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra merupakan wujud upaya PPM/KYP sebagai Keluarga Besar TNI dalam membantu pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat untuk percepatan penanganan Covid-19.

“Giat pengobatan gratis yang digelar Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra adalah salah satu wujud implementasi dari Jiwa Semangat Nilai Juang 45, seperti yang diamanatkan Ayahanda kita Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Sebagai anak kandung veteran pejuang Republik Indonesia, PPM/KYP wajib membantu pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat dalam upaya mempercepat penanggulangan Covid-19,” imbuh Berto Izaak Doko. (Jo)