Kriminal

Kisah Audrey yang Dikeroyok 12 Siswi SMA di Pontianak, Ini Kronologinya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – ABZ (15), siswi SMP di Pontianak, menjadi korban pengeroyokan oleh 12 siswi SMA. Aksi pengeroyokan itu terbilang sadis. Beruntung, aksi brutal itu terlihat oleh warga, yang bergegas melerai. Korban kemudian melapor ke Polresta Pontianak.

Tagar Justice For Audrey pun mendadak viral di media sosial, bahkan menjadi trending topik nomor satu di dunia.

Tak hanya memantik perhatian dunia, kasus ini bahkan membuat kaget sejumlah kalangan. Mulai dari selebritis, pemerhati anak, pengamat pendidikan hingga wakil rakyat ramai-ramai angkat bicara terkait kasus tersebut.

Dikutip dari laman Suara Kalbar, Rabu (10/4/2019), kasus tersebut bermula pada Jumat (29/3/2019). Saat itu, korban dijemput oleh seorang sepupunya. Diduga, korban dari awal sudah dibuntuti oleh para pelaku.

Saat dijemput itulah, korban dan sepupunya diikuti oleh dua orang siswi SMA lalu dicegat di tengah jalan serta ditarik rambutnya. Lokasinya ada di Jalan Sulawesi, Pontianak. Akibat ditarik rambutnya, korban pun jatuh di aspal.

Usai terjatuh, korban sempat mencoba untuk melepaskan diri dari amukan para pelaku. Namun kemudian dikejar hingga terjadilah penganiayaan kedua di lokasi berbeda yakni di Taman Akcaya.

Bahkan akibat aksi penganiayaan itu, bagian vital korban sempat terkena pukulan.

Sementara itu, kepada sejumlah wartawan, ayah korban, Bobi mengatakan, kondisi anaknya telah membaik meski mengalami trauma psikis akibat peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Jumat (29/3/2019) lalu sekitar pukul 14.30 WIB itu.

“Dirawat sudah empat hari ini dan luka fisik dan psikis juga,” ujar Bobi kepada sejumlah awak media di salah satu rumah sakit di Pontianak.

Meski sempat ada upaya mediasi terkait kasus anaknya, Bobi mengaku tetap meminta agar tiga pelaku dari 12 siswi yang tega menganiaya anaknya itu mendapat hukuman berat sesuai hukum yang berlaku.

“Saya minta ketiga pelaku yang menganiaya anak saya dihukum berat, karena anak saya menderita trauma berat akibat perlakuan tidak pantas yang dilakukan ketiga siswi,” ucap dia.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan polisi, sudah ditetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan. Mengingat, proses penyelidikan kasus penganiayaan itu masih berlangsung.

“Dari hasil pemeriksaan polisi, ditetapkan tiga tersangka, dan menjadi tersangka utama penganiayaan, polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husnil Ramli seperti dilansir Suara Kalbar.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close