Internasional

Kim Jong-un: Pyongyang dan Beijing Sudah seperti Keluarga

PYONGYANG, SENAYANPOST.com – Hubungan Korea Utara (Korut) dan China makin mesra saja. Pemimpin Korut Kim Jong-un menyebut jika hubungan Pyongyang dan Beijing sudah seperti keluarga.

Hal itu disampaikan Jongg-un saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan dua hari hingga Rabu (20/6/2018).

Kunjungan ketiga Kim ke Beijing itu dilakukan hanya selang sepekan usai pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura.

“Kunjungan ke China kali ini menjadi kesempatan untuk memperdalam persahabatan antara saudara Sekretaris Jenderal (Xi) dengan saya, dan memajukan hubungan antara DPRK (Korea Utara) dengan China,” kata jong-un seperti dikutip Xinhua.

Dia menyebut Presiden Xi dengan kapasitasnya sebagai ketua Partai Komunis China yang berkuasa.

Intensitas pertemuan kedua pemimpin yang tergolong tinggi itu menunjukkan hubungan antarnegara, yang meski tak terlibat langsung dalam pertemuan Trump dan Jong-un, namun China terbukti masih berpengaruh.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, mengutip ucapan Xi yang mengatakan hubungan kedua negara telah berkembang ke tahap selanjutnya.

Dalam kunjungan ketiganya itu, Jong-un didampingi pejabat tinggi bidang ekonomi, yang juga adalah perdana menteri Korea Utara, Pak Pong Ju.

Bagi Pak Pong Ju (79), ini adalah kali pertama dia menjejakkan kaki ke China. Dia mendampingi Jong-un mengunjungi Akademi Ilmu Pertanian.

Bidang Ekonomi Para pakar melihatnya sebagai ambisi Jong-un untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan Beijing.

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Baek Tae-hyun menyebut keterlibatan Pak Pong Ju menunjukkan Pyongyang telah melebarkan tim perundingannya.

Mantan Duta Besar Korea Selatan untuk Rusia, Wi Sung-rak menyebut keikutsertaan Pak Pong Ju dalam tim yang dibawa Jong-un kali ini membuktikan jika Korea Utara tengah membangun momentum untuk pengembangan ekonomi.

“Ekonomi sepertinya menjadi salah satu bidang ketertarikan utama saat ini, selain juga upaya bekerja sama dengan China untuk dapat mengakhiri sanksi PBB,” kata Wi. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close