Nasional

Khilafah Tertolak di RI, Ma’ruf Amin: Salahi Kesepakatan

PONTIANAK, SENAYANPOST.com – Ideologi Pancasila di Indonesia tidak bisa diganti. Sebab, ideologi Pancasila sudah menjadi kesepakatan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Pancasila adalah titik temu yang semula ada berbagai keingian yang masing-masing ingin landasan kebangsaan, sekuler, Islam sebagai agama dan berbagai pihak akhirnya ditemukan kesepatakan Pancasila,” kata cawapres 2019 KH Ma’ruf Amin

Yang oleh orang nasionalis kebangsaan disebut sebagai kebangsaan religius dan bagi orang Islam disebut sebagai kebangsaan yang bertauhid jadi persoalan kebangsaan itu sudah selesai sudah disepakati ini,” kata Ma’ruf.

Pernyataan tersebut disampaikan Ma’ruf Amin saat mengisi dialog kebangsaan di Hotel Mahkota, Pontianak, Kalimatan Barat, Sabtu (15/9/2018). Dia juga menambahkan Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Untuk itu, ideologi Pancasila harus dijaga.

“Karena sila di Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu para ulama menerima ini menjadi kesepakatan, oleh karena itu harus dijaga,” ucap Ma’ruf.

Selain Pancasila, Ma’ruf mengatakan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak boleh diganti. Menurut Ma’ruf sistem pemerintahan yang disepakati bersama di Indonesia adalah republik.

“Begitu juga sistem pemerintahannya sudah kita sepakati bahwa sistem pemerintahan kita yaitu bentuknya republik,” tambahnya.

Ma’ruf menerangkan ketika isu Khilafah berkembang di Indonesia banyak rakyat yang menentang dan tidak setuju. Menurut Ma’ruf, penolakan tersebut karena Khilafah bertentangan dengan kesepakatan. Kesepakatan rakyat Indonesia yakni ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan berbentuk republik.

“Apakah khilafah tidak Islam? Islam. Islam itu bukan khilafah saja kerajaan juga Islam, ada Saudi Arabia, Yordan. Republik juga Islam, ada Mesir, Pakistan, Turki. Lalu khilafah itu Islam tapi dibawa ke Indonesia adalah tertolak dengan sendiri karena kita punya sistem yang disepakati sistem di dalamnya ada miftah, kesepakatan dan yang disepakati itu republik maka khilafah tertolak itu karena menyalahi kesepakatan. Bukan Islam, tidak Islam tapi karena menyalahi kesepakatan karena sistem kita republik,” terang dia. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close