Nasional

Khawatir Penyebaran Corona, Anies Stop Layanan Bus Tapi Dibatalkan Luhut

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dirinya khawatir lalu-lintas orang membuat kasus Covid-19 semakin menyebar.

Karena itu, pada Senin (30/3) dirinya mengaku sempat menyetop layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) dan bus pariwisata.

Namun, Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan membatalkan keputusan itu.

“Kami terus terang khawatir mengenai pergerakan orang dari Jakarta ke luar Jakarta,” kata Anies dalam video konferensi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis (2/4/2020).

Karena itulah, lanjutnya, kenapa kami Senin kemarin dirinya mengeluarkan surat untuk menutup terminal antar kota kemudian kendaraan umum antar kota untuk dihentikan, karena potensi penyebaran sangat tinggi.

Anies menyebut saat ini wilayah Jabodetabek menjadi satu episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, hal ini harus ditangani secara terintegrasi oleh pemerintah pusat.

Sementara, kata Anies, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang baru dikeluarkan Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa ketentuan tentang hal itu ada di tingkat provinsi.

“Kalau tidak ada penanganan yang integrasi maka akan repot. Sementara PP 21 itu mengatur dalam provinsi,” kata Anies.

“Jadi kewenangan untuk mengatur antar-provinsi ada di pemerintah pusat. Ini yang perlu ada terobosan supaya lebih baik,” usulnya.

Menurut data Dishub DKI, pada periode 15-29 Maret tercatat ada 108 ribu orang yang keluar dari Jakarta menggunakan bus AKAP. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close