KH Ma’ruf Beberkan Konsep Ekonomi di Depan Kongres GAMKI

KH Ma’ruf Beberkan Konsep Ekonomi di Depan Kongres GAMKI

BOGOR, SENAYANPOST.com – KH Ma’ruf Amin membeberkam program pembangunan ekonomi umat di depan Kongres XXXVI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GAMKI) di Bogor, Kamis (13/9/2018).

Cawapres itu menyebut gagalnya pembangunan ekonomi di Indonesia karena penerapan trickle down effect yang tidak sesuai sasaran.

“Pembangunan itu bercorak neolib yang hanya menghasilkan para konglomerat semakin kaya, tidak kunjung menetes ke bawah,” kata Rais Aam PBNU itu.

Karena itu Presiden Jokowi sudah memulai mengubah pembangunan ekonomi keumatan, yang juga berarti ekonomi kerakyatan.

“Jadi bukan hanya untuk umat Islam tapi semua rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Konsep ekonomi kerakyatan menurut pakar ekonomi syariah itu adalah menggerakkan ekonomi rakyat melalui kemitraan dengan para pengusaha besar.

Dengan demikian dengan model kemitraan itu bukan untuk saling berbenturan melemahkan yang kuat tapi yang lemah akan terangkat, sehingga pada akhirnya akan terjadi pemerataan kesejahteraan.

“Kami menamai konsep pembangunan ekonomi imodel itu dengan nama Arus Baru Ekonomi Indonesia. Itu semua untuk kalian, anak anak muda kaum milenial,” kata Ma’ruf yang disambut tepuk tangan meriah para peserta kongres.

Di awal ceramahnya, Kiai Ma’ruf sempat menjelaskan tentang sudah selesainya kita dalam menerapkan ideologi Pancasila.

“Tidak perlu kita persoalkan lagi, karena persoalannya sudah selesai,” jelasnya.

Kalau ada yang menginginkan paham khilafah itu bertentangan dengan kesepakatan bangsa.

Sistem khilafah menurut dia bukan ditolak tapi tertolak, walaupun khilafah itu Islami, yang lain-lain seperti sistem kerajaan, sistem republik juga Islami.

Ia kemudian memberikan contoh negara-negara Islam yang menganut sistem kerajaan dan republik.

Pada kesempatan itu juga berlangsung dialog antara peserta kongres yang datang dari daerah’daerah di seleruh Indonesia dengan Kiai Ma’ruf. (MU)