FeaturesPeristiwa

KH Ma’ruf Amin, Megawati, dan Dua Jenderal Kumpul di Rumah Hendropriyono

Penulis: Imas Senopati

KH Ma’ruf Amin, Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Bambang Soesetyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, sejumlah menteri, dan tokoh nasional seperti Agum Gumelar dan Ginandjar Kartasasmita kumpul di kediaman Jenderal TNI Purnawirawan AM Hendropriyono di kawasan Senayan Residence, Jakarta Selatan, Selasa malam (7/5/2019). Ada apa dan apa yang dibicarakan?

Tidak perlu ada dugaan macam-macam. Semuanya hadir untuk berbuka puasa bersama sambil mangayubagya, pas ulang tahun shahibul bait AM Hendropriyono. Tanggal 7 Mei tadi malam memang kebetulan bertepatan dengan ulang tahun Pak AMH, begitu AM Hendropriyono biasa disapa.

Sama sekali tidak ada pembicaraan politik, termasuk isu panas pasca pilres. Ratusan tamu yang hadir mendengarkan sambutan Pak AMH dan taushiyah dari KH Ma’ruf Amin dengan khusyuk. Selebihnya hanya makan-makan sambil beramah tamah dan bersenda gurau. Semua dalam rangka buka puasa bersama.

“Yang hadir di sini semuanya hanya keluarga dan orang-orang yang dekat di hati saya,” kata AM Hendroproyono dalam sambutan singkatnya. Pakar intelijen itu lalu menyebut sejumlah nama. Suasana sangat cair di bawah tenda yang memanjang di depan kediaman Pak Hendro. Dipandu secara rileks oleh pembawa acara Dali Tahir.

Selain yang disebut terdahulu, ada juga Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua BNP3TKI Nusron Wahid, Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, mantan KSAU Cheppy Hakim, mantan KSAU. Sutria Tubagus, Staf Khusus Presiden Gories Mere., dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto.

Dalam taushiyahnya KH Ma’ruf Amin pun tidak menyinggung isu-isu politik mutakhir. Calon Wakil Presiden yang hadir bersama istri dan dua putrinya itu hanya mengupas ringan perjuangan dan pengabdian AM Hendropriyono yang tak pernah henti. “Kita semua sampai usia berapa pun memang harus terus berjuang dan mengabdi sebagaimana yang dilakukan Pak Hendropriyono,” kata Kiai Ma’ruf.

Tidak hanya berceramah singkat. Abah, sapaan akrab KH Ma’ruf Amin, juga memimpin shalat maghrib berjamaah juga di bawah tenda di samping tempat acara. Puncak dari acara adalah penyerahan buku “Pengabdian Paripurna” dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) kepada Prof Dr AM Hendropriyono, di mana maestro intelijen itu menjabat sebagai Ketua Senat.

Buku ditulis oleh para guru besar STHM, antara lain Prof Dr Maria Farida Indrati dan Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja. Judul buku yang covernya bergambar AM Hendropriyono, “Pengabdian Paripurna” agaknya nyambung dengan inti taushiyah dari KH Ma’ruf Amin, “Pengabdian yang tak pernah henti”.

Abdullah Mahmud Hendropriyono lahir di Yogyakarta beberapa saat sebelum Proklamasi Kemerdekaan. Tepatnya pada 7 Mei 1945. Lulusan Akademi Militer Negara (AMN) ini berkarir panjang di militer dan pemerintahan, antara lain sebagai Komandan Korem Garuda Hitam, Lampung, Pangdam Jaya, Sekretaris Sesdalopbang pada masa pemerintahan Presien Soeharto, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era Presiden Habibie, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close