Nasional

Ketum PBNU Said Aqil: Saat ini Indonesia Dikuasai Orang-orang Punya Duit

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Kyai Said menyebut Negara Republik Indonesia saat ini dikuasai oleh segelintir orang yang hanya punya duit.

“Sekarang ini yang korupsi triliyunan tenang-tenang saja. Kenapa? Negara ini sekarang sistem yang berjalan negara oligarki. Ini negara dikuasai oleh orang-orang yang punya duit. Atau didukung oleh orang-orang yang punya duit. Pak Jokowi tidak punya duit, Pak Jokowi tidak punya partai karena bukan ketua partai, tapi didukung yang punya duit dan punya partai,” katanya.

Kritik Kyai Said disampaikan di depan para tokoh diantaranya, Dr Syeikh Ali Ibrahim Abdallah dan Dr Syeikh Muhammad Hussaini Farraj dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Selain itu, sejumlah tokoh agama seperti KH Cecep Abdullah Syahid (Pengasuh Pesantren Al Falah Cicalengka Bandung, Juara Qori Internasional), Muhammad Luthfi (Ketua DPRD Kabupaten Cirebon), KH Aziz Hakim (Ketua PCNU Kabupaten Cirebon) dan sekitar 10 ribuan jemaah yang hadir di acara Haul ke-6, KH Anas Sirojudin. Haul digelar di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

“Melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Bupati Cirebon, melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Gubernur Jawa Barat. Yang pegang kuasa adalah Oligarki, sekelompok kecil yang punya duit. Atau didukung orang yang punya duit, paham mboten?,” kata Kyai Said dengan suara lantang di hadapan para jamaah haul.

Pimpinan Ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini menyatakan para Oligarki itu kebanyakan sudah kaya sejak jaman orde baru, hanya di jaman orde baru mereka kaya tapi tidak berpolitik karena politiknya Pak Harto dikuasai tentara. Yang bukan tentara tidak bisa berpolitik hanya mereka kaya saja.

“Nah sekarang di era reformasi bebas ini, uang yang dikumpulkan di era orde baru untuk kepentingan politik. Jadi jangan harap NU bisa menang selama NU tidak punya uang, jangan harap NU bisa berkuasa selama tidak punya uang atau didukung oleh orang yang punya uang,” katanya.

Menurutnya, Indonesia sebenarnya berada dalam kondisi sangat berbahaya karena negara dikuasai oleh para Oligarki yakni dipimpin oleh sekelompok kecil yang punya uang, yang ashabul maal, kapital.

Kapitalisme ini dinilai Kyai Said sangat tidak memberikan rasa adil kepada Rakyat Indonesia. Dia juga menyinggung sila kelima dari Pancasila yang menurutnya masih jauh panggang dari api.

“Pancasila yang jauh panggang dari api adalah sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, adil tidak? Wong cilik pergi ke pengadilan kalah pasti, walaupun kita benar seribu persen menang ga kira-kira? Walau pengacaranya pinter tapi tidak punya duit tetap kalah,” katanya.

“Mau hutang ke bank wong cilik mau masuk aja pasti ragu-ragu. Tapi kalau orang kaya yang mau hutang, bank malah yang nawari butuh duit ga? ada di bank banyak, kalau konglomerat ditawari tapi kalau wong cilik, diperiksa bolak-balik jaminannya, ini namanya sistem oligarch. Faham?,” lanjut Kyai Said.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close