Ketua MPR: Pembentukan Majelis Suro Dunia untuk Tularkan Visi Perdamaian

Ketua MPR: Pembentukan Majelis Suro Dunia untuk Tularkan Visi Perdamaian

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan selain melaksanakan tugas-tugas sebagaimana diamanatkan Pasal 5 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, Pimpinan MPR juga aktif menjalin hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat.

Pada saat kunjungan kerja Pimpinan MPR ke Arab Saudi dan Maroko beberapa waktu yang lalu, Indonesia mengemukakan gagasan untuk membentuk Majelis Suro Dunia.

Pembentukan Majelis Suro Dunia ini menurut Bamsoet, guna menjawab pentingnya peningkatan kerjasama antara negara-negara berpenduduk muslim di dunia dalam memerangi radikalisme dan ekstrimisme, serta menjaga perdamaian dunia.

“Gagasan ini disambut baik oleh pemerintah Arab Saudi dan Maroko,” kata Bamsoet, pada laporan kinerja lembaga-lembaga negara di Sidang Tahunan MPR Tahun 2020 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Saudi dan Maroko, tambahnya, berjanji akan terlibat aktif mewujudkan gagasan tersebut, dan akan mengajak negara-negara Arab, Eropa dan negara lainnya di Afrika untuk bergabung.

Ia menambahkan, dewasa ini upaya menghadirkan tatanan dunia Islam yang harmonis dan berkeadaban dipandang mendesak bagi keberlangsungan hidup umat.

Berbagai persoalan baik yang terjadi di dalam suatu negara maupun persoalan antarnegara, jadi salah satu musababnya.

Di samping itu, kesenjangan ekonomi antar umat, kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, pengabaian hak asasi manusia terutama terkait hak komunitas umat muslim, hak perempuan, dan hak pekerja, juga krisis nuklir dan lingkungan hidup yang mengancam kemanusiaan perlu disikapi secara komprehensif dan seksama. (Jo)