Parlemen

Ketua MPR Desak Satgas Evaluasi Impor Pangan yang Capai Rp11,55 Triliun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kurang efektifnya program ketahanan pangan akibat masih tingginya jumlah impor pangan di Indonesia, seperti sayur yang mencapai 770 juta dollar AS atau Rp11,55 triliun tahun 2019, MPR minta hal itu dievalusi.

“Pemerintah bersama Satgas Pangan agar mengevaluasi hal itu agar ke depan jumlah impor dapat diminimalisir dan melakukan strategi agar Indonesia tidak bergantung pada impor,” demikian Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Selasa (27/5).

Karena itu dia berhatap pemerintah bisa memberdayakan petani dengan memberikan kemudahan mendapatkan bibit unggul dan akses permodalan, agar dapat meningkatkan hasil pangan dalam negeri. Sehingga Indonesia dapat menghasilkan pangan secara mandiri dan dapat memenuhi seluruh kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut Bamsoet, pemerintah dapat mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian, dan kedaulatan ketahanan pangan, dengan cara mencukupi produksi pangan secara mandiri, menyediakan regulasi tentang pengendalian pangan, dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan.

Pemerintah agar terus berupaya mewujudkan tercapainya diversifikasi pangan untuk menciptakan ketahanan pangan, agar masyarakat Indonesia tidak selalu bergantung beras sebagai makanan pokok. Sehingga Indonesia mampu mengendalikan impor dalam mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan secara mandiri seperti amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

“Pemerintah harus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani dengan melakukan pembangunan pertanian berbasis petani kecil. Yaitu melibatkan petani mulai dari awal hingga akhir kegiatan penanaman, agar petani dapat diberdayakan secara optimal,” pungkasnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close