Politik

Ketua Majelis Syuro Benarkan PKS Minta Fahri Mundur dari Pimpinan DPR

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Majelis Syuro DPP PKS Salim Segaf Al-Jufri membenarkan bahwa pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman bukanlah fitnah seperti yang ditudingkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Salim mengaku memberikan klarifikasi kepada polisi terkait kronologi pemecatan Fahri dari PKS. Sebelumnya, Salim meminta Fahri mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR.

“Tadi ada 15 pertanyaan. Jadi intinya apa yang disampaikan Presiden PKS itu benar, tidak ada fitnah, jadi enggak ada fitnah, tidak ada masalah pencemaran nama baik,” kata Salim di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/5).

“Jadi peristiwa itu berkaitan dengan Saudara Fahri Hamzah, saya minta mundur dari Wakil DPR RI. Beliau siap itu akhir Oktober-lah, pasnya 23 Oktober, tapi dengan catatan dia minta waktu satu bulan setengah untuk ya dalam menghibahkan beberapa titik sebagai Wakil DPR, ada tugas-tugas di Papua, di berbagai tempat. Dia (Fahri) minta mundurnya 15 Desember, saya iyakan saja,” tambahnya.

Namun kemudian Fahri tidak juga mundur pada pertengahan Desember itu.

“Ketika pertengahan Desember dia tak siap untuk mundur, jadi pertama dia mengatakan siap (mundur), tapi di pertengahan Desember dia mengatakan tidak siap. Dia tidak mau mundur. Jadi bahasa ini kira-kira apa? Itulah yang diungkapkan Presiden PKS. Itu saya katakan benar itu,” jelasnya.

Dia berharap keterangannya itu membantu proses penyidikan polisi.

“Saya sudah klarifikasi, sudah jelaskan, insyaallah semua sudah terang. Jadi mudah-mudahan, dengan kehadiran saya hari ini, mudah-mudahan semua sudah selesai,” ucapnya.

Salim juga mengomentari soal permintaan Fahri untuk tidak melibatkan dirinya dalam kasus tersebut. Menurutnya, Fahri justru salah karena pemecatan Fahri dari PKS itu berkaitan erat dengan dirinya.

“Saya pikir keliru, karena kan yang melaporkan Fahri. ketika Fahri melaporkan Presiden PKS, ya pasti kaitannya dengan saya juga, kaitannya dengan Ketua Majelis Syuro, itu pasti itu. Jadi sebenarnya asal-muasalnya ya dari laporan Saudara Fahri. Kalau dia nggak melaporkan, ya nggak ada ke saya, (karena) kalau presiden partai ujung-ujungnya ya saya juga pasti (Majelis Syuro). Itu jadi bukan presiden partai melebar-lebar, tidak,” urainya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close