Hukum

Ketua KPK: Pusat Kajian Antikorupsi Tak Hanya di Fakultas Hukum

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, mengatakan pusat kajian antikorupsi bukan hanya di fakultas hukum, tapi juga dapat dibentuk di perguruan tinggi teknologi.

“Pusat antikorupsi enggak harus fakultas hukum. (Perguruan tinggi) teknologi juga enggak apa-apa,” kata Agus setelah memberikan kuliah umum di aula barat ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Rabu (25/4/2018).

Menurutnya, banyak proyek yang bisa diawasi menggunakan teknologi dan tak hanya berfungsi untuk melakukan pencegahan terjadinya korupsi, tindakan juga dapat diambil langsung.

“Kiprahnya masih banyak. Kita tuh banyak teknologi yang perlu diaudit. Misal mengurusi, ‘ini kok harganya mahal’. Kereta cepat, misal,” ujarnya.

Agus mengakui beberapa pusat kajian antikorupsi di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia banyak membantu kerja KPk, seperti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM).

“Pukat banyak memberikan kami informasi kasus-kasus di Yogyakarta. Jadi terbuka saja,” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close