Nasional

Ketua GNPF Ulama Setuju Ormas Tak Gunakan Lambang Tauhid

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengaku setuju ormas tidak menggunakan bendera berkalimat tauhid. Sebab, sangat rawan jika kalimat tauhid dipasang di bendera.

“Kalau kita bicara soal bendera, bendera itu sebenarnya, kalau mau jujur saya setuju. Kalimat tauhid dipakai ormas, ini rawan. Saya bahkan ekstrem lagi bilang Saudi pun kalau bisa diganti saya lebih seneng,” kata Yusuf di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Polemik soal bendera berkalimat tauhid memang masih menjadi perdebatan pasca-insiden pembakaran bendera di Garut. Dia masih menyayangkan adanya insiden pembakaran tersebut.

“Jadi satu saat tatkala yang dibakar itu bendera berlambang kursi, yang marah pemilik bendera, tapi kalau yang dibakar kalimat tauhid dan lambang Kakbah, pasti semua umat marah,” katanya.

Bendera dengan simbol Islam juga disinggung Yusuf. Dia mengambil contoh gambar Ka’bah di logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut Yusuf, logo partai yang diketuai Romahurmuziy itu sangat rawan diperlakukan tidak semestinya. Apalagi di PPP sedang ada konflik internal.

“Sama dengan yang kami sampaikan dengan Romahurmuziy, kalau bisa tolong dong, kalau bisa diganti deh Kakbah-nya. Karena itu kiblat umat Islam yang Anda buat gontok-gontokan dua kelompok dalam satu organisasi,” ujar dia.

Namun, Yusuf tetap menghormati penggunaan logo Kakbah di PPP jika sesuai dengan ketentuan. Dia mengingatkan PPP berhati-hati terhadap logo Ka’bah itu.

“Kalau menganggap sesuai itu ya kami menghormati,” ucapnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close