Politik

Ketua DPR Tolak Usul Hak Angket Pj Gubernur Jawa Barat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menolak usul hak angket terkait pengangkatan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Komjen Pol Mochamad Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.

Menurut Bamsoet, pengangkatan Iriawan sudah sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku.

“Tidak ada ketentuan UU yang dilanggar,” tulis Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/6/2018).

Bambang menyatakan pengangkatan Iriawan sudah sesuai ketentuan pasal 201 ayat 10 UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada.

Pasal itu menyebut untuk mengisi kekosongan Gubernur, diangkat Penjabat Gubernur yang berasal dari Pejabat Pimpinan Tinggi Madya sampai dengan pelantikan Gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Bambang menilai jabatan Sestama Lemhanas tergolong jabatan Pejabat Tinggi Madya. Sehingga menurut dua Iriawan tidak melanggar aturan ketika dilantik menjadi Penjabat Gubernur Jabar.

“Komjen M Iriawan dalam kedudukannya sebagai Sestama Lemhanas (JPT Madya) dapat diangkat sebagai Penjabat Gubernur Jabar,” ujarnya.

Selain UU Pilkada, Bambang menyebut pengangkatan Iriawan sesuai dengan ketentuan dalam pasal 109 ayat 3 UU Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, serta pasal 147 dan 148 PP Nomor 11/2017 tentang Manajemen ASN.

Dalam dua aturan itu, Bambang menyebut personel TNI dan Polri dapat menduduki jabatan tertentu di lingkungan instansi pemerintah sesuai dengan kompetensi yang diatur dalam perundang-undangan.

“Dengan demikian maka JPT Madya tertentu pada instansi tertentu dapat diisi oleh Anggota Polri. Seperti Sestama Lemhanas yang diisi oleh Komjen M. Iriawan yang tentunya dalam pengangkatannya atas persetujuan Kapolri,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang.

Tak hanya itu, Bamsoet juga menyampaikan pasal 28 ayat 3 UU tentang Kepolisian menjelaskan maksud ‘jabatan di luar Kepolisian’ adalah jabatan yang tidak mempunyai sangkut paut dengan Kepolisian. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close