Tak Berkategori

Ketua DPR Minta Bulog Beli Bawang Petani Rp 15.000/Kg

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak Komisi VI DPR meminta PT. Bulog untuk menyerap produk petani dan membelinya sesuai dengan harga pembelian yang tercantum pada Peraturan Menteri Perdagangan No. 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen yaitu Rp 15.000/Kg.

“PT. Bulog tetap harus membeli di petani Rp 15.000/Kg sesuai keputusan Permendag RI No.27/2017 tentang penetapan harga acuan pembelian dan penjualan,” demikian Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Hal itu diungkapkan Bamsoet terkait anjloknya harga pembelian bawang merah di petani yang mencapai Rp 6.000/kg akibat dari melimpahnya stok bawang merah di pasaran.

Selain itu dia mendorong Komisi IV DPR dan Komisi VI DPR untuk meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk segera mencari solusi pertama untuk mengendalikan harga bawang merah di pasar, mengingat petani mengalami kerugian besar akibat rendahnya harga pembelian bawang merah.

“Komisi IV DPR dan Komisi VI DPR meminta Kementan dan Kemendag harus melakukan operasi pasar guna mencegah masuknya bawang merah impor di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Bamsoet juga mendesak Komisi III DPR meminta Kapolri untuk melakukan pendampingan dengan Kementan dalam rangka operasi pasar, guna mendeteksi adanya kemungkinan bawang merah yang masuk ke pasaran namun bukan merupakan produk dalam negeri.

Komisi II DPR pun kata Bamsoet, harus minta Kemendagri untuk melakukan koordinasi dengan Pimpinan Daerah agar dapat bekerja sama dengan Kementan dan Dinas Pertanian di daerah melakukan operasi pasar, guna mendeteksi adanya kemungkinan bawang merah yang masuk ke pasaran namun bukan merupakan produk dalam negeri.

Sementara itu Komisi IV DPR meminta Kementan bersama Dinas Pertanian Daerah sentra produksi bawang merah untuk berkoordinasi dan mengkaji waktu tanam bawang merah yang tepat dan disesuaikan dengan musim di Indonesia, agar harga bawang merah dapat stabil dan tidak terjadi lagi kelebihan ataupun kekurangan stok bawang merah.

“DPR juga mengimbau petani bawang atau kelompok tani bawang untuk memanfaatkan koperasi, baik koperasi unit desa ataupun koperasi kelompok tani dalam memasarkan hasil panen ke pasaran, mengingat koperasi dapat membangun jaringan dengan konsumen,” pungkasnya. (JS)

KOMENTAR
Show More
Close