Ketua dan 8 Anggota DPRD Surabaya Terpapar Covid

Ketua dan 8 Anggota DPRD Surabaya Terpapar Covid
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono saat suntik vaksin anti Covid-19

SURABAYA, SENAYANPOST.com - Pimpinan DPRD Kota Surabaya menyatakan berdasarkan data dari dinas kesehatan sekitar sembilan anggota dewan yang menjalani perawatan medis maupun isolasi mandiri akibat terpapar COVID-19.

"Secara jumlah dari data yang sudah disampaikan dinkes, memastikan yang kontak erat sudah melakukan tes usap jumlahnya ada sembilan orang," ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astutik, Jumat (11/6/2021).

Reni mengaku pihaknya belum mengetahui siapa saja yang terpapar. Namun Reni mengatakan, sebagaimana yang disampaikan Ketua DPRD Surabaya bahwa ada beberapa nama anggota dewan di lintas komisi dan fraksi.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri memastikan bahwa ada enam anggota fraksinya, termasuk Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono yang terpapar Covid-19.

“Mas Adi Sutarwijono, Bu Mariyam, Mas Budi Leksono, kemarin Mas Ghoni kukonfirmasi juga positif Covid-19, nggak tahu lagi sekarang. Terus ada Mas Anas Karno dan Bu Dyah Katarina,” kata Syaifuddin, Jumat (11/6/2021).

Ketua Adi Sutarwijono (Awi) sendiri dalam kondisi membaik dengan mengirimkan foto di RS yang sedang berjemur dan membaca buku. Awi telah menyampaikan secara terbuka ke publik bahwa dirinya positif terpapar Covid-19. Awi membantah bahwa dirinya terpapar saat kegiatan ziarah di Makam Bung Karno di Blitar.

Awi juga tidak mengetahui di mana terpaparnya, dari siapa dan siapa menulari siapa. “Karena agenda kami cukup padat. Saya menyadari, banyak kawan-kawan pengurus dan kader PDIP kelelahan fisik, karena membantu dan terlibat berbagai kegiatan itu, sehingga stamina turun, dan bobol,” ujarnya.

Untuk menekan penyebarannya, Reni mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Surabaya tentang prosedur tetap apa yang harus dilakukan di gedung DPRD Surabaya.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan dinkes tentang anjuran kesehatannya seperti apa," katanya.

Meski demikian, Reni menegaskan jika pelayanan di kantor DPRD Surabaya tetap berjalan secara normal. Bahkan penyemprotan desinfektan juga telah dilakukan oleh pihak Pemkot Surabaya.

"Tidak ada penghentian sementara, seperti saat ini saya hadir karena ada beberapa surat-surat yang mesti di tanda tangani. Juga aktifitas dewan kan juga tidak cuma di sini dan juga kadang-kadang bertemu dengan warga," ujarnya.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwiyono secara virtual mengatakan saat ini dirinya telah menjalani isolasi mandiri di salah satu rumah sakit di Surabaya.

"Saya menjalani isolasi di Rumah Sakit dengan pengawasan ketat dari Dokter. Gejala awal kemarin saya demam. Saya tidak tau karena demam berdarah atau COVID-19. Tapi sekarang sudah semakin membaik, demamnya sudah hilang," ujar Adi yang juga menjadi ketua DPC PDIP Surabaya itu. Politisi PDI Perjuangan itu tercatat sudah melakukan vaksinasi pada tanggal 15 Januari 2021.

Adi juga menceritakan, beberapa anggota Fraksi PDIP yang terpapar COVID-19, seperti halnya Dyah Katarina berdasarkan hasil tes usap pada tanggal 9 Juni.  "Bu Dyah kehilangam penciumannya dan sekarang dirawat di rumah sakit juga," katanya.

Sedangkan, anggota Fraksi PDIP lainnya Siti Maryam juga terpapar COVID-19 dan saat ini juga dirawat di rumah sakit. (MU)