Ketimbang Covid-19, Warga Jerman Lebih Waswas dengan Kebijakan Trump

Ketimbang Covid-19, Warga Jerman Lebih Waswas dengan Kebijakan Trump
Presiden AS Doland Trump (foto Tempo.co)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Masyarakat Jerman rupanya lebih takut dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, daripada virus corona yang telah mendatangkan malapetaka pada perekonomian Jerman. Hal ini terungkap dalam sebuah survei tahunan yang dipublikasi pada Kamis (10/9/2020).

Survei yang dilakukan pada Juni dan Juli 2020 lalu untuk R + V Insurance Group, memperlihatkan ada 53 persen responden yang waswas bahwa kebijakan Trump akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya. Ketakutan itu bahkan lebih tinggi ketimbang kekhawatiran masyarakat Jerman pada perekonomian negara itu. Ekonomi Jerman adalah yang terbesar di Eropa.

Sayang, dalam jajak pendapat itu tidak dijelaskan rinci aspek mana dari kebijakan Presiden Trump yang membuat khawatir masyarakat Jerman. Akan tetapi, R + V mengutip pernyataan ilmuwan bidang politik, Manfred Schmidt, dari Universitas Ruprecht-Karls di Heidelberg yang menyalahkan kebijakan luar negeri Presiden Trump.

“Yang paling menonjol adalah konflik seperti perang dagang dengan Cina dan serangan kebijakan perdagangan serta keamanan terhadap sekutu, termasuk Jerman. Selain itu, sikap Amerika Serikat yang menarik diri dari kerja sama internasional dan konfrontasi negara itu dengan Iran,”kata Schmidt, yang menjadi penasihat R + V pada survei tahunan tersebut.

Dalam survei terungkap ketakutan masyarakat Jerman di urutan kedua, ketiga dan keempat adalah naiknya biaya hidup, kondisi perekonomian, dan pajak yang harus dibayar oleh para pembayar pajak atas utang Uni Eropa. Kasus virus corona di Jerman menempati urutan ke-17 dan hanya sekitar sepertiga dari mereka yang ditanya mengatakan bahwa mereka khawatir dengan diri sendiri atau seseorang yang mereka kenal baik akan tertular Covid-19.

Jerman telah menekan jumlah kasus Covid-19. Angka kematian karena virus corona di negara itu terbilang rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangganya di Eropa. Akan tetapi, kasus-kasus baru Covid-19 di negara itu tampak mulai meningkat lagi. (WS)