InternasionalTak Berkategori

Ketegangan AS-Rusia Sudah Mirip Era Perang Dingin

NEW YORK, SENAYANPOST.com – Rusia dan Amerika Serikat diminta menjaga agar eskalasi tidak meningkat. Hubungan keduanya yang kini makin memburuk sudah mirip dengan era Perang Dingin.

Hanya beberapa hari setelah AS mengumumkan akan mengusir 12 diplomat Rusia atas serangan zat saraf di Inggris, Pemimpin PBB, Antonio Guterres menyerukan Washington dan Moskow untuk membangun kembali jalur komunikasi yang ditujukan untuk mencegah meningkatnya ketegangan.

“Selama Perang Dingin ada mekanisme komunikasi dan kontrol untuk menghindari insiden eskalasi, untuk memastikan bahwa semuanya tidak akan lepas kontrol ketika ketegangan akan meningkat. Mekanisme itu telah dibongkar,” kata Guterres.

“Saya percaya ini adalah waktu untuk tindakan pencegahan semacam ini, menjamin komunikasi yang efektif, menjamin kapasitas untuk mencegah eskalasi. Saya percaya bahwa mekanisme semacam ini diperlukan lagi,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/3/2018).

Meski begitu, menurut Guterres ada perbedaan kunci antara situasi sekarang dengan era Perang Dingin.

“Sekarang ada banyak aktor lain yang relatif independen dan dengan peran penting dalam banyak konflik yang kita saksikan, dengan risiko eskalasi yang kita kenal baik,” katanya.

Perang Dingin, yang berlangsung sekitar empat dekade setelah Perang Dunia II, ditandai oleh ketegangan geopolitik antara AS dan sekutu Baratnya di satu sisi, dan kemudian Uni Soviet bersama negara-negara blok timur lainnya.

AS pada hari Senin mengatakan akan mengusir 60 diplomat Rusia, termasuk 12 yang diposisikan ke misi PBB di New York. AS bergabung dengan pemerintah di seluruh Eropa dalam menghukum Kremlin karena serangan zat saraf terhadap mata-mata Rusia di Inggris yang mereka salahkan pada Moskow.

Rusia membantah terlibat dalam serangan 4 Maret lalu dan mengumumkan bahwa mereka akan mengusir 60 diplomat serta menutup konsulat AS di St. Petersburg.

Washington dan Moskow telah terlibat bentrok terkait aneksasi Rusia atas Crimea di Ukraina, perang di Suriah dan tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu.

Rusia juga khawatir bahwa Presiden AS Donald Trump merencanakan tindakan militer terhadap pemerintah Suriah atas tuduhan penggunaan senjata kimia selama konflik yang berkepanjangan di negara itu.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan, Washington tetap siap siaga untuk bertindak jika memang harus, seperti yang terjadi pada April tahun lalu ketika membom sebuah pangkalan udara pemerintah Suriah yang dikatakan digunakan untuk meluncurkan serangan gas beracun mematikan. (AS)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close