Kesaksian Prof Irwandy yang Kantornya Dikepung Pendemo

Kesaksian Prof Irwandy yang Kantornya Dikepung Pendemo
Prof Irwandy Arif

JAKARTA, SENAYANPPOST.com - Kejadian yang menimpa Prof. Irwandy Arief Staff Khusus Mentri ESDM, saat demo penolakan Omnibus Lawa Ciptaker pekan lalu nampaknya pengulangan peristiwa demo anarkis. 

Berikut pengakuan Prof Irwandy Arif selengkapnya: 

Ini yang saya alami dari siang sampai malam:
@Kronologis kejadian masuknya pendemo yang kebanyakan anak-anak muda ke halaman dan gedung Heritage Kementeraian ESDM (KESDM):

Sekitar jam 13.53 di ruangan saya dan diruangan sebelah ada 2 Assiten saya, mendapatkan WA dari Pak Agung dengan berita bahwa saya diminta pulang sesuai pesan Pak Sekjen.

Karena sedang Zoom Meeting, 10 menit kemudian selesai, saya melihat keluar jendela ke arah Jl Medan Merdeka Selatan dan pintu samping ke arah Jl Thamrin, sudah penuh pendemo diaertai bunyi/bunyi petasan atau tembakan? Sehingga saya masih di ruangan. Kemudian satpam minta pindah ke ruangan tamu depan ruangan saya.

Jam 15.29 masih sempat call conference bertiga dengan Pak Ridwan Dirjen Minerba dan Pak Yunus tentang Masalah smelter.

Setelah itu pendemo sudah masuk halaman dari depan dan samping. Jendela-jemdela bagian ke arah Jl Medan Merdeka Selatan sudah dilempar batu-batu dan pecah dengan bunyi yang cukup keras. Kami tidak sempat mengambil tas-tas laptop dan lainnya.

Di pintu kaca yang dilapis pintu besi samping barat yang menembus jalan ke ruangan-ruanhan sudah dipukul dengan kayu dengan sangat keras dan akhirnya pecah.
Ada kesan pintu besinya tidak terkunci atau kuncinya juga dijebol.

Saya masih bertahan dan mundur pelan-pelan setelah pendemo merangsek masuk koridor.

Setelah kami keluar memotong halaman rumput ke Sarulla semua bingung karena semua pendemo sudah masuk lapangan parkir. Kedua assisten saya dan pegawai KESDM yang wanita sangat ketakutan karena semua tempat rasanya tidak aman.
Kepala keamanan sudah menelpon Polisi, Tentara namun tidak mendapatkan jawaban.

Sambil mencari tempat sampai ke arah pintu Jl Kebon Sirih, kami melihat pendemo merusak mobil-mobil dan kendaraan lainnya.

Setelah pendemo meninggalkan halaman KESDM, saya kembali ke ruangan dan ruangan assisten yang berantakan dan penuh pecahan kaca jendela dan kursi-kursi  yang dibanting malah ada roda besinya lepas dan lainnya.

Terlihat pintu ke ruangan Pak Menteri tidak terbuka, mudah-mudahan aman.

Sampai maghrib yang baru kami tahu: laptop di ruangan saya hilang 3 buah dan laptop 2 unit di ruangan assisten, hard disk yang berisi semua file yang saja kerjakan di KESDM dan file sebelumnya, dompet, kartu-kartu kredit, KTP dan lainnya.
Semoga tidak ada yang hilang lagi.

Dan semoga kondisi kembali ke keadaan yang lebih baik.

Baru tiba di rumah setelah naik ojek dari Jalan Sabang. (ws)