Keraton Yogyakarta Kembali Gelar Uyon-uyon Hadiluhung

Keraton Yogyakarta Kembali Gelar Uyon-uyon Hadiluhung

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Memperingati wiyosan dalem atau hari kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X, hari Senin Pon atau malam Selasa Wage, Keraton Yogyakarta kembali menggelar Uyon-uyon Hadiluhung. 

Kegiatan seni budaya ini akan digelar di Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti, Keraton Yogyakarta, Selasa (23/11/2020) malam pekan depan.

Kali ini, kali ini akan menampilkan komposisi gendhing dan beksan Panji Sekar.

Dalam rilisnya, yang diterima www.senayanpost.com di Yogyakarta, Rabu (18/11/2020) Keraton Yogyakarta menjelaskan,  Beksan Panji Sekar merupakan tarian  Yasan Dalem (karya) Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792). 

Beksan ini mengambil cerita Panji dalam wayang Gedhog. Beksan ini menceritakan peperangan antara Jayakusuma (disebut juga Panji Sekar, Panji Tohpati) dari negara Jawa dan Klana Jayalengkara dari negara Bali. 

Saat mendengar kerajaannya akan diserang oleh kerajaan Bali di bawah pimpinan Jayalengkara untuk melebarkan kekuasaan, Prabu Lembu Amiluhur dari Jenggala Manik memerintahkan Jayakusuma untuk mendatangi negara Bali dan mencegah serangan Jayalengkara. 

Beksan Panji Sekar masuk dalam kategori beksan sekawanan, karena dibawakan empat penari putra. Tarian ini menggunakan ragam gerak kakung alus dan ragam gerak impur, selain itu penari membawa keris dan jemparing (panah) sebagai properti ketika adegan peperangan.

Setelah puluhan tahun tidak ditampilkan, pada Uyon-Uyon Hadiluhung di era Sri Sultan Hamengku Buwono X ini, Beksan Panji Sekar direinterpretasi dengan penambahan instrumen musik barat. 
Instrumen tersebut berupa alat musik gesek seperti violin, cello, dan contrabass, serta terdapat perubahan pada struktur geraknya, meski ragam gerak dasar masih dipertahankan.

Terkait situasi pandemi, pertunjukan kali ini dapat disaksikan melalui siaran langsung (live streaming) kanal Youtube Kraton Jogja dan siaran RRI Pro 4 Yogyakarta mulai pukul 20.00 WIB.

Pertunjukan ini masih digelar tanpa reservasi, meski demikian terdapat beberapa tamu undangan dengan protokol kesehatan yang ketat.  (AS)