EventLintas Daerah

Keraton Yogyakarta Gelar Labuhan Tinggalan Jumenengan Dalem di Parangkusumo

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Memperingati 31 tahun bertahtanya Sri Sultan Hamengku Buwono X, Keraton Yogyakarta menggelar upacara adat labuhan di sejumlah tempat, salah sarunya di Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (6/4/2019).

Labuhan Tingalan Jumeneng Dalem (peringatan nail tahta) di Parangkusumo ini diawali dengan kedatangan utusan dalem dari Keraton Yogyakarta dengan membawa ubarampe atau benda kelengkapan untuk keperluan labuhan di Kecamatan Kretek, Bantul.

Benda-benda yang akan dilabuh sebagai ubarampe itu antara lain, lorodan busana atau pakaian bekas pakai Sri Sultan, potongan kuku, potongan rambut Sultan serta sekar atau kembang.

Di pendopo Kecamatan Kretek dilakukan serah terima ubarampe yang akan dilabuh oleh perwakilan abdi dalem Keraton Yogyakarta kepada juru kunci Parangkusumo, Surakso Jaladri. Pada serah terima ubarampe dari Keraton Yogyakarta itu juga turut dihadiri oleh Camat Kretek dan Muspika Kretek serta abdi dalem Keraton Yogyakarta yang tinggal di sekitar Pantai Parangkusumo.

Setelah upacara serah terima ubarampe selanjutnya ubarampe dikirab menuju Cepuri Pantai Parangkusumo dengan diarak pasukan Keraton Yogyakarta dan dua kuda yang dinaikki oleh abdi dalem. Sesampainya di Cepuri selanjut ubarampe didoakan untuk selanjutnya dilarung ke Pantai Parangkusumo.

Sebelum ubarampe di labuh kembali ritual doa dilakukan oleh juru kunci Parangkusumo dan tim sar Pantai Parangtritis melakukan melakukan labuhan sebagai puncak labuhan Tinggalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X.

KRT Wijaya Pamungkas Pengageng Tepas Keraton Yogyakarta mengatakan ubarampe yang dilabuh diantaranya seperangkat pakaian yang pernah digunakan oleh Sri Sultan HB X, seperangkat pakaian untuk putra dan putri, potongan rambut dan kuku serta layon sekar (bunga yang telah kering.

“Tujuan dari Labuhan Tinggalan Jumenengan Dalem adalah ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Tuhan telah memberikan rahmat dan hidayahnya pada Keraton Yogyakarta dan masyarakat pada umumnya sehingga keraton selaku pusat budaya melakukan acara labuhan yang telah ditentukan tempatnya.” jelasnya.

“Karena ini labuhan alit atau kecil maka labuhan berlangsung di Pantai Parangkusumo, Gunung Merapi dan Gunung Lawu,”ujarnya.

Labuhan Tinggalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X yang ke 30 ini juga menjadi daya tarik wisatawan bahkan wisatawan asing juga tertarik melihat labuhan yang berlangsung setahun sekali ini.

Sejak pagi ribuan wisatawan sudah menanti kirab prosesi labuhan Tinggalan Jumenengan Dalem dan cuaca terik matahari tak menyurutkan wisatawan untuk turun ke pantai mendekati acara labuhan Tingalan Jumeneng Dalem.‎(AF)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close