Lintas Daerah

Keraton Yogyakarta Gelar Jamasan Kereta

YOGYAKARTA, SENAYANPOS.com – Salah satu tradisi Keraton Yogyakarta yang digelar pada bulan Suro — bulan pertama kalender Jawa Sultanagungan —adalah upacara membersihkan atau mencuci pusaka.

Bertepatan dengan hari Selasa Kliwon (17/9/2019) Keraton Yogyakarta mencuci dua kereta pusaka.

Ritual penyucian atau ‘jamasan’ kereta keramat Kanjeng Nyai Jimat di Museum Kereta Keraton Rotowijayan, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta, Selasa (17/9) berlangsung meriah namun khidmad.

Jamasan kereta keramat milik keraton, diawali dengan kereta Kangjeng Nyai Jimat yang digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Kereta milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini, kali pertama dimandikan kemudian disusul kereta berikutnya.

Disusul kemudian Kereta Landower Ngabean, yang merupakan ‘titihan’ Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Kereta kedua ini, lebih kecil dan lebih ramping dibanding kereta Kanjeng Kiai Jimat. Kereta ini dimandikan di halaman depan museum kereta, sedangkan Kiai Jimat dimandikan disisi selatan museum.

Menurut Abdi Dalem, Raden Penewu Joyo Wasito, kereta ini digunakan pada periode 1740 hingga 1750. “Kereta Kanjeng Nyai Jimat, dulu sering digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono III,” katanya.

Kereta tersebut, hadiah dari Gubernur Jenderal Jacob Mossel. ”Kereta Kanjeng Nyai Jimat’ hadiah dari Gubernur Jenderal Jacob Mossel,” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close