Tak Berkategori

Keraton Yogyakarta Bagikan Ubarampe Gunungan

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Upacara tradisi Garebeg Sawal yang seharusnya digelar pada Minggu (24/5/2020) atau menurut kalender Jawa Sultan Agungan 1 Sawal tahun Be 1953, beserta rangkaiannya seperti numplak wajik, ngabekten dan bedhol songsong, tidak digelar.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono, Minggu (24/5/2020) hal itu merupakan bentuk kepekaan Keraton Yogyakarta dalam menaati imbauan pemerintah pusat.

Meski arak-arakan prosesi Garebeg Sawal ditiadakan, lanjutnya, Keraton Yogyakarta kemudian membagikan ubarampe gunungan, dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.

“Prosesi arak-arakan gunungan beserta prajurit yang biasa digelar memang tidak ada, namun kami tetap akan membagikan ubarampe gunungan yang berupa rengginang. Hal ini merupakan usaha Keraton Yogyakarta dalam melestarikan tradisi di tengah pandemi,” ujar Gusti Kangjeng Ratu Condrokirono.

Melalui usaha tersebut, diharapkan agar esensi dari garebeg itu sendiri tidak hilang. “Prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya,” katanya.

Disamping itu, kata GKR Condrokirono lagi, pelaksanaan garebeg pada jaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close