Lintas Daerah

Keraton Yogya Gelar Upacara Tradisi Jamasan Kereta Pusaka

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Keraton Yogyakarta, Selasa (2/10/2018) menggelar upacara tradisi jamasan kereta pusaka di Pelataran Rotowijayan, (halaman Museum Kereta) Yogyakarta.

Pada upacara ini, jamasan (memandikan) kereta pusaka dilakukan bertepatan dengan hari Selasa Kliwon, bulan Suro.

Upacara memandikan kereta ini dipimpin Raden Wedono Roto Maryono.

Jamasan kereta pusaka diawali dengan memandikan kereta Kangjeng Nyai Jimat ‘titihan’ atau tunggangan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kereta ini buatan Belanda pada 1750 atau lima tahun sebelum Perjanjian Giyanti.

Kereta ini kali pertama yang dimiliki Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dimandikan yang pertama kalinya.

Selesai memandikan kereta Kangjeng Nyai Jimat, abdi dalem kemudian memandikan kereta landower. Di urutan pertama jajaran kereta landower ini adalah Kangjeng Kyai Landower Ngabean.

Kereta Landower Ngabean, digunakan semasa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII sebagai kereta pesiar. Kereta buatan Belanda ini dirakit di Yogyakarta pada 1901.

Raden Panewu Joyo Wasito, abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjeaskan kereta keramat ini digunakan pada periode 1740 hingga 1750.

Seperti biasanya, setiap upacara jamasan kereta pusaka ini, ratusan warga Yogyakarta dan sekitarnya banyak yang berdatangan dengan membawa wadah air baik berupa botol atau jerigen.

Mereka akan meminta air sisa cucian. Konon air sisa cucian itu dapat digunakan untuk tolak bala dan tolak hama di sawah. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close