HukumKorupsi

Keponakan Setnov Akui Serahkan 100.000 Dolar AS ke Jafar Hafsah dan Nurhayati Assegaf

JAKARTA, SENAYANPOST.com¬†–¬†Irvanto Hendra Pambudi, keponakan terpidana kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto (Setnov), mengakui pernah menyerahkan uang kepada sejumlah anggota DPR RI. Dua di antaranya adalah anggota Fraksi Partai Demokrat, M Jafar Hafsah dan Nurhayati Assegaf.

Hal itu dikatakan Irvan saat bersaksi untuk terdakwa Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (21/5/2018).

“Terus saya serahkan kepada Jafar 100.000 dollar AS ke Ibu Nur Assegaf 100.000 dollar AS. Saya lupa beberapa yang lain, tapi saya ada catatannya, saya sudah ajukan justice collaborator,” ujar Irvanto kepada majelis hakim.

Menurut Irvanto, uang tersebut diberikan dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ia mengaku diperintah oleh Andi untuk mengantarkan uang tersebut kepada anggota DPR. Secara spesifik, uang tersebut diterima Irvan dari pengusaha money changer, Riswan alias Iwan Barala sebesar 3,5 juta dollar AS.

Adapun, uang yang dimaksud berasal dari Biomorf Mauritius, salah satu perusahaan yang merupakan vendor produk biometrik untuk proyek e-KTP.

Sebelumnya, nama Jafar Hafsah juga pernah disebut menerima uang senilai 100.000 Dollar AS. Itu diungkapkan jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa kasus e-KTP Andi Agustinus di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Saat bersaksi dalam persidangan sebelumnya, Jafar Hafsah mengakui pernah menerima uang dari Muhammad Nazaruddin yang saat itu menjabat bendahara Fraksi Demokrat.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close