Kriminal

Kemplang Pajak Rp5,5 M, Dua Pengusaha Diseret ke Pengadilan

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Karena nekat tak bayar pajak, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur menyerahkan dua tersangka pengemplang pajak kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Proses tersebut merupakan hasil tindak lanjut tim penyidik Kanwil DJP Jatim dengan Korwas Polda Jatim sejak November 2019 lalu.

Dua tersangka itu adalah Ronald Ferdinand (46) Direktur PT Ramando Putra Pratama dan Teguh Setiabudi (54) Dirut PT Budi Karya Mandiri.

Kepala Kanwil DJP Jatim I Eka Sila Kusna Jaya mengatakan, tersangka RF dengan sengaja tidak menyetorkan pajak pertambahan nilai (PPN) yang dipungut sejak 2011-2012. Sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp3,9 miliar.

“RF ini memungut PPN dari konsumen tetapi tidak menyetorkannya ke negara,” ujar Eka Sila Kusna pada wartawan, Rabu (15/1/2020).

Menurut Eka, tersangka TS terbukti dengan sengaja menerbitkan faktur pajak tidak sesuai transaksi sebenarnya atau menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) masa PPN pada tahun 2014. Kerugian negara sesuai pasal 39A huruf a Pasal 39 ayat (1) huruf d Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sekurang-kurangnya sebesar Rp1,64 miliar.

“Modusnya, perusahaan tersangka tidak ada kegiatan usaha tapi menerbitkan faktur pajak. Padahal tidak disertai pembelian barang dan tidak ada pembayaran secara riil,” katanya.

Keduanya terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. Berkas perkara ini sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jatim. Kemudian berkas perkara diserahkan kepada pihak Kejari Surabaya untuk dilakukan proses penuntutan dan persidangan di pengadilan.

“Saya ingin memastikan bahwa DJP sesuai tupoksinya akan memberikan pelayanan yang terbaik. Namun jika terpaksa harus melakukan penindakan sesuai ketentuan penindakan dan hukum maka kami akan melakukannya,” tegas Eka.

Kejari Surabaya siap melakukan proses penuntutan dan persidangan di pengadilan. Ada delapan JPU gabungan dari Kejati Jatim dan Kejari Surabaya yang akan menangani perkara ini.

“Setelah dinyatakan lengkap langsung dilimpahkan tersangka dan barang bukti ini. Kami akan mempersiapkan dakwaan dan kami segera limpahkan ke PN untuk segera diproses pidana,” kata Kajari Surabaya Anton Delianto. (MU)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close