Kemlu Sebut Jumlah WNI Terinfeksi Covid-19 di Saudi Tertinggi

Kemlu Sebut Jumlah WNI Terinfeksi Covid-19 di Saudi Tertinggi
Warga Saudi dan warga asing mengelilingi Ka'bah (tawaf) saat melaksanakan umrah (foto liputan6.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Setelah berbulan-bulan tutup karena Covid-19, Kerajaan Arab Saudi membuka umrah untuk jemaah asing. Persiapan untuk menyambut jemaah internasional juga telah dilakukan negeri produsen minyak bumi tersebut,

Meski demikian, kasus Covid-19 terpantau masih tinggi di Timur Tengah. 

Jumlah WNI terinfeksi Covid-19 di Arab Saudi merupakan yang tertinggi di seluruh dunia. Jumlahnya total mencapai 1.670 kasus.

Pada hari ini ada kasus Covid-19 baru dari Kuwait dan Uni Emirat Arab. Kasus bertambah satu di dua negara jazirah Arab tersebut.

"Total WNI terkonfirmasi di luar negeri adalah 1.670: 1.203 sembuh, 152 meninggal dan 315 dalam perawatan," tulis akun @Kemlu_RI, Senin (26/10/2020). 

Berikut peta kasus COVID-19 bagi WNI di dunia:  

Negara-negara Eropa sedang mengalami lonjakan kasus COVID-19, seperti di Spanyol, Jerman, dan Prancis. Namun, belum ada laporan tambahan kasus yang signifikan di kalangan WNI.

Kasus tertinggi Covid-19 di dunia masih berada di Amerika Serikat. WNI yang terpapar di negara itu mencapai 105 orang. Sebanyak 78 sudah sembuh.

Mengingat kondisi yang saat ini tengah melanda dunia akibat pandemi Corona Covid-19, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan ketetapan yang mengizinkan pelaksanaan umrah dan kujungan lainnya. Meski begitu, tetap mengacu pada protokol kesehatan.

"Ketetapan Kerajaan nomor 6460 tanggal 5/2/1442 H mengizinkan pelaksanaan umrah dan kunjungan secara bertahap sesuai dengan rencana yang teliti dan tetap untuk pola umrah dan kunjungan yang aman, serta memperhatikan penerapan tindakan pencegahan dan protokol kesehatan," demikian ditulis dalam keterangan pers dari KJRI Jeddah. 

Dalam rilis yang diterima pada Senin, 26 Oktober 2020 tersebut juga disebutkan bahwa telah dilakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan Saudia Airlines guna menyediakan kapasitas seat yang diperlukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

"Perlu diketahui bahwa penyambutan jamaah umrah dari luar Kerajaan Arab Saudi akan dimulai pada tahap ketiga 15/3/1442 H bertepatan dengan 1/11/2020 masehi," jelasnya.

Adapula sejumlah aturan yang ditegaskan oleh kementerian terkait di Arab Saudi seputar kandidat jemaah umrah. Seperti:

Kategori usia yang diizinkan mulai dari 18 hingga 50 tahun sesuai dengan persyaratan Kementerian Kesehatan, mengajukan tes PCR dengan hasul negatif, tidak lebih dari 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan ke Arab Saudi.

Selain itu, harus melakukan reservasi di dua masjid suci untuk ibadah umrah yaitu reservasi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ada pula aturan reservasi akomodasi layanan konsumsi, tranportasi antara pelabuhan, asuransi komprehensif dan pelayanan yang meliputi antara Haram serta pemandu untuk setiap kelompok.

Selain itu ada pula aturan soal melakukan entry data pra kedatangan yang telah disiapkan paling lambat 24 jam sebelum waktu kedatagan dengan tingkat akurasi 100 persen, dengan memasukan data tiket penerbangan, kota keberangkatan, tanggal dan waktu keberangkatan, kota kedatangan, tanggal dan waktu kedatangan dan data yang sama untuk penerbangan kepulangan, serta data akomodari Makkah dan Madinah.

Dalam siaran pers tersebut juga ditegaskan kepada agen luar negeri untuk memberi tahu jemaah umrah tentaang isolasi kesehatan yang wajib dalam jangka waktu tiga hari setelah tiba di Arab Saudi.

Aturan lainnya soal pembagian jemaah umrah yang datang dalam beberapa kelompok, sehingga setiap kelompok paling sedikit terdiri dari 50 orang.

Di sisi lain, pihak Arab Saudi tetap menekankan adanya akreditasi pelayanan yang meliputi hotel dan trasnportasi yang terkualifikasi sesuai dengan ketentuan tahapan. (ws)