Internasional

Kemlu: Pelaku Teror Bom Sri Lanka Bukan WNI

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La, Kolombo, pada akhir pekan lalu bukan warga negara Indonesia (WNI), melainkan warga Sri Lanka.

“Kedutaan Besar RI di Kolombo telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas keamanan Sri Lanka dan memperoleh informasi bahwa nama pelaku yang benar adalah Insan Seelawan, warga negara Sri Lanka,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, melalui pesan singkat, Selasa (23/4/2019).

Pernyataan itu diutarakan Iqbal mengklarifikasi kabar tentang dugaan keterlibatan WNI dalam delapan serangan bom beruntun di Sri Lanka pada perayaan Hari Paskah, Minggu (21/4) pekan lalu.

Kabar itu mulai simpang siur setelah salah satu media lokal merilis nama pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La yang telah teridentifikasi bernama Insan Setiawan. Hotel Shangri-La menjadi salah satu hotel yang menjadi sasaran dalam serangan paling mematikan dalam satu dekade terakhir itu.

Dalam artikel itu tidak disebutkan kewarganegaraan pelaku tersebut. Namun, spekulasi mulai muncul bahwa pelaku itu adalah WNI lantaran nama belakangnya yang identik dengan nama umum bagi laki-laki Indonesia.

Namun, Iqbal mengklarifikasi bahwa kemungkinan telah terjadi salah penulisan nama pelaku bom oleh media-media lokal di sana.

Istri dan anak-anak Insan tewas meledakkan diri ketika hendak ditangkap oleh polisi. Sang adik juga melakukan hal yang sama ketika hendak ditangkap, dan menewaskan tiga polisi.

Sejauh ini, ada 310 orang tewas dalam serangan bom beruntun di tiga kota itu.

Juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, mengatakan beberapa di antara korban tewas itu sempat kritis karena luka serius, lalu meninggal.

Selain memakan korban tewas, sedikitnya 500 orang ikut terluka dalam serangan bom yang terjadi di delapan tempat terpisah pada Minggu (21/4) pekan lalu itu.

Sejauh ini, KBRI di Kolombo menyatakan tidak ada WNI yang menjadi korban tewas maupun luka dalam insiden itu.

Gunasekera mengatakan sejauh ini ada 40 orang yang telah ditangkap kepolisian lantaran diduga terlibat serangan bom beruntun tersebut.

Meski belum ada kelompok yang mengklaim, pemerintah Sri Lanka meyakini serangan paling mematikan selama satu dekade terakhir itu dilakukan oleh kelompok ekstremis setempat, Jemaah Tauhid Nasional (NTJ). (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close