Tak Berkategori

Kemenkes Tak Anjurkan Bilik Disinfeksi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Surat edaran dari Kementerian Kesehatan viral di media sosial. Edaran untuk para kepala dinas kesehatan itu memuat rekomendasi tentang bilik disinfeksi yang belakangan banyak dipakai di tempat umum.

“Tidak menganjurkan penggunaan bilik desinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman,” tulis dr Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dalam surat tersebut.

Penggunaan desinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah

Rekomendasi tersebut didasarkan antara lain pada anjuran WHO bahwa menyemprotkan disinfektan ke tubuh dapat berbahaya untuk membran mukosa, seperti mata dan mulut. Pajanan disinfektan langsung secara terus menerus bisa memicu iritasi kulit dan saluran napas.

“Selain itu, penggunaan desinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah,” demikian dikutip dari surat bernomor HK 02.02/111/375/2020 tersebut.

Solusi aman yang ditawarkan untuk mencegah penularan SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19, menurut edaran tersebut adalah sebagai berikut:

  • Melakukan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir dengan rutin atau menggunakan hand sanitizer.
    Membersihkan dan melakukan disinfeksi secara rutin pada permukaan dan benda-benda yang sering disentuh, seperti perabot, peralatan kerja, ruangan, pegangan tangga atau eskalator, moda transportasi, dan lain-lain.
  • Jika harus keluar rumah, hindari kerumunan, jaga jarak, dan MENGGUNAKAN MASKER.
  • Membuka jendela untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Jika menggunakan kipas angin atau AC, perlu dilakukan pemeliharaan secara rutin.
  • Segera mandi dan mengganti pakaian setelah bepergian.
KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close