Transportasi

Kemenhub Akan Tambah Penerbangan ke Bali, Imbas Anjoknya Turis China

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Slot penerbangan ke Bali dari sejumlah maskapai internasional akan ditambah oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang merosot di tengah wabah Virus Corona. Sejumlah maskapai itu di antaranya Emirates, Qatar Airways, Turkish Airlines, hingga Korean Air.

“Saya akan memberikan tambahan slot untuk penerbangan yang ada di Asia Timur atau dari Arab langsung ke Bali seperti Emirates, Qatar, Turkish, bahkan Korean supaya ke Bali langsung,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Budi mengatakan, Bali termasuk salah satu daerah wisata yang terdampak persebaran virus corona. Selain Bali, jumlah wisatawan China di Bintan dan Sulawesi Utara juga turun drastis.

Ia mengaku belum tahu persis penurunan jumlah wisatawan di tiga wilayah tersebut. Namun, ia memperkirakan jumlah wisatawan China di Sulut merosot hingga 50 persen.

“Mungkin lebih dari 50 persen ya di Sulut, kalau Bali mungkin 25 persen ” katanya.

Ia berharap penambahan slot penerbangan ke Bali ini dapat menutup kerugian turunnya jumlah wisatawan China.

Selain menambah slot penerbangan, Kemenhub juga telah meminta diskon penerbangan menuju tiga destinasi wisata tersebut. Budi mengatakan, besaran diskon itu nantinya akan ditentukan oleh pihak maskapai sendiri.

“Kami akan minta ke maskapai berikan harga yang relatif lebih baik sekaligus mengkampanyekan destinasi wisata itu. Secepat mungkin ya kalau bisa minggu depan (diskonnya),” ucap Budi.

Sebagai informasi, Kemenhub telah menunda sementara penerbangan dari dan ke seluruh destinasi China. Penundaan berlaku mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB, sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Larangan sementara ini juga berlaku bagi bagi maskapai asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close