Kembangkan Lahan Pertanian, Pemprov DKI Kolaborasi Bareng TNI AU

Kembangkan Lahan Pertanian, Pemprov DKI Kolaborasi Bareng TNI AU
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menghadiri acara Panen Padi Program Ketahanan Pangan Tahun 2020 di Landasan Udara Halim Perdanakusuma (foto Bisnis.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Untuk mengelola lahan sawah seluas 6,2 hektare di Landasan Udara Halim Perdanakusuma (HLP), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan unsur TNI Angkatan Udara (AU).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza menuturkan, kolaborasi itu sangat krusial. Alasannya, area persawahan di Ibu Kota relatif terbatas.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, hanya terdapat sekitar 414 hektare lahan sawah di Ibu Kota.

“Saya menyampaikan rasa apresiasi tulus kepada Komandan Pangkalan TNI Lanud Halim Perdanakusuma beserta para Prajurit TNI AU, yang mengembangkan usaha pertanian padi. Upaya ini juga menjadi bukti bentuk perhatian, kesungguhan, dan keuletan para petani di lahan persawahan Halim Perdanakusuma,” tutur Ariza dalam acara Panen Padi di Lanud HLP pada Rabu (11/11/2020).

Menurut Ariza, hasil panen padi itu dapat menyumbangkan produksi gabah kering giling dan kebutuhan beras penduduk DKI Jakarta yang diperkirakan rata-rata 0,3 kilogram per hari.

Apalagi, di tengah situasi krisis pandemi dan juga fenomena La Nina belakangan ini.

“Karena itu, kita harus bersiap sejak awal, memastikan untuk meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi petani, memberikan perhatian kepada masyarakat pertanian yang tiap hari hidup bekerja menanam padi dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sebelumnya, inflasi DKI Jakarta pada bulan Oktober 2020 tercatat sebesar 0,01 persen terbilang melambat jika dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,02 persen.

Laporan itu disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melalui keterangan virtual melalui kanal YouTube BPS DKI Jakarta pada Senin (2/10/2020).

Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan tingkat inflasi itu disebabkan karena kenaikan harga terutama pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran.

Buyung menerangkan komoditas dominan penyumbang inflasi yang masuk dalam kelompok penyediaan makan dan minuman atau restoran ini yaitu nasi dengan lauk. Sedangkan, komoditas dominan penyumbang inflasi lainnya adalah cabai merah dan bawang merah. (ws)