Keluarga yang Ingin Jual Surat Cerai Sukarno-Inggit Bisa Dipidana

Keluarga yang Ingin Jual Surat Cerai Sukarno-Inggit Bisa Dipidana
Foto/kumparan

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Dokumen surat pernikahan dan perceraian Presiden Sukarno dan Inggit Garnasih hendak dijual pewarisnya yakni Tito Z. Harmaen atau dikenal Tito Asmarahadi. 

Tito ini merupakan cucu angkat Inggit. Ibu Tito, Ratna Juami, anak angkat dari Inggit Garnasih.

Tito hendak menjual surat nikah-cerai nenek angkatnya itu seharga Rp25 miliar. 

Rencana Tito menjual arsip historis itu sampai ke telinga Direktur Pengolahan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Agus Santoso. 

Menurut Agus, ada unsur pidana terhadap orang atau pihak yang hendak menjual arsip kesejarahan. Hal itu tertuang dalam Pasal 87 dan Pasal 88 UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan atau UU Kearsipan.

Bunyi pasal dalam UU Kearsipan:

Pasal 87

Setiap orang yang memperjualbelikan atau menyerahkan arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan kepada pihak lain di luar yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). 

Pasal 88 
Pihak ketiga yang tidak menyerahkan arsip yang tercipta dari kegiatan yang dibiayai dengan anggaran negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah).  
Lebih lanjut Agus juga mengatakan, dalam hal ini pihak keluarga yang memiliki wasiat dan warisan surat nikah-cerai Inggit-Sukarno itu. 

"Kasus ini beda, karena arsip itu dimiliki oleh yang bersangkutan. Dalam UU Kearsipan pasti ada pidananya," kata Agus dilansir kumparan, Jumat (25/9/2020).

"Tetapi kami menginginkan tidak terkena pidana, makanya kami akan berupaya mengadakan pendekatan kepada yang bersangkutan," lanjut Agus.