Internasional

Keji! TKW di Singapura Dipaksa Tidur di Luar Rumah, Makan Rp200 Ribu per Minggu

SINGAPURA, SENAYANPOST.com – Perlakukan keji diterima dua tenaga kerja wanita asal Indonesia di Singapura. Kementerian Tenaga Kerja Singapura menyatakan, dua TKW itu diselamatkan setelah mereka mendapat perlakuan buruk. Mereka dipaksa tidur di luar rumah, dan mendapatkan upah makan sedikit sekali.

Kasus ini terungkap setelah salah satu TKI yang berasal dari Indonesia itu mengadukannya ke media Singapura, Stomp, yang langsung melapor ke Kemenaker Singapura.

Kepada Stomp, pada 14 Agustus lalu TKW berinisial M ini mengaku telah tidur di luar rumah majikannya di Sian Tian Avenue, Bukit Timah, sejak 31 Juli lalu.

Majikannya berdalih, mereka harus tidur di luar rumah karena kamar mereka belum jadi. Dalam video yang diunggah Stomp, terlihat sebuah kasur untuk tidur mereka berdua, di lokasi yang diduga teras rumah.

M mengatakan dipaksa bekerja hampir tanpa henti oleh majikannya. Suatu hari, dia disuruh membungkus 3.000 botol wine sendirian setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah.

“Hari itu saya tidur jam 2 pagi. Kami tidak pernah dapat istirahat sore dan kami bekerja setiap hari dari pukul 6 hingga 11 atau 12 malam,” kata M.

Di hari libur, Minggu, majikan hanya memperbolehkan dia keluar antara pukul 1 atau 2 siang, dan harus pulang jam 8 malam.

M yang bekerja sejak Juni hanya mendapat uang makan 20 dolar Singapura atau sekitar Rp200 ribu per minggu.

Dengan biaya hidup yang tinggi di Singapura, upah makan itu tidak bisa membeli banyak.

“Kami tidak bisa beli banyak, dia akan marah dan membentak jika kami kelebihan belanja 20 atau 50 sen,” kata M.

“Akhirnya, kami hanya beli mi Maggi (mi instan) dan kaleng tuna dan pasta,” imbuhnya.

M juga mengaku kondisi kesehatannya menurun belakangan ini. Kawannya, mengalami luka memar di tangan karena jatuh dari tangga.

Melihat keadaan mereka, majikannya tidak juga membawa mereka ke dokter.

Penghinaan juga sering mereka dapatkan dari majikan perempuannya. “Dia mengatakan orang tua kami bodoh, memanggil kami idiot,” kata wanita berusia 40 tahun ini.

M mengaku tetap bertahan kerja karena butuh uang untuk dua putranya yang berusia 11 dan 18 tahun, dan ibunya di Indonesia. “Kami hanya ingin majikan lebih baik kepada kami,” kata M.

Menurut Kemenaker Singapura, penyelidikan tengah dilakukan dalam kasus ini. M dan seorang TKW lainnya telah diselamatkan dari rumah majikannya tersebut.

Staf Kedutaan Besar Singapura Yulinar Purnadi mengatakan pihaknya telah mengetahui kasus ini. Dia mengatakan, kasus ini tengah ditangani oleh Kemenaker Singapura (MoM). (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close