Kejar-kejaran TNI AL & Kapal Pengangkut Pakaian Bekas Malaysia, 3 Tembakan Tak Digubris

Kejar-kejaran TNI AL & Kapal Pengangkut Pakaian Bekas Malaysia, 3 Tembakan Tak Digubris
Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo menggelar pres release tangkapan rombengan illegal asal Malaysia (Foto/Kompas.com)

NUNUKAN, SENAYANPOST.com - Aksi kejar-kejaran terjadi antara pasukan Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Nunukan dan apal cepat pengangkut pakaian bekas asal Tawau, negara bagian Sabah, Malaysia. 

Bahkan LANAL Nunukan melepaskan sejumlah tembakan peringatan saat melakukan pengejaran tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi di muara Nunukan, Sabtu (12/9/2020) sekitar pukul 23.00 WITA. 

Berawal dari laporan intelijen AL yang menginformasikan ada muatan illegal yang akan melintas, petugas dari LANAL Nunukan menyiagakan Sea Reader dan menyiapkan pengintaian.

"Kita kejar, dia langsung matikan lampu. Kami nyalakan lampu sorot dan rotator, kita beri peringatan agar berhenti lewat pengeras suara, dia tetap melaju kencang. Kita beri tembakan peringatan tiga kali tidak digubris, kita pepet terus dan kita tembak mesin kapalnya baru berhenti," ungkap Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo dilansir Kompas.com, Minggu (13/9/2020). 

Anton menjelaskan, SB Dwi Putra bermesin 250 PK yang memuat pakain bekas tersebut diduga kuat sudah beberapa kali beraksi. 
Mereka sering beroperasi di malam hari guna menghindari patroli petugas. 

Biasanya, SB Dwi Putra digunakan sebagai kapal angkutan penumpang rute Tarakan–Sei Nyamuk, Sebatik. Pemilik kapal tersebut terdaftar atas nama Muhammad Yusuf. 

"Kita duga mereka sudah sering seperti itu (pakaian bekas). Kita geledah dan kita temukan 15 ball press/pakaian bekas untuk dibawa ke Tarakan," ujar dia. 

Lolos dari status lock down Malaysia Bisnis illegal pakaian bekas tersebut diduga kuat dilakukan oleh para pemain lama yang kini dalam penyidikan LANAL Nunukan.