Kejam! Istri Siri Enggan Diajak Curi Motor, Dua Anak Tiri Dianiaya, Satu Meninggal

Kejam! Istri Siri Enggan Diajak Curi Motor, Dua Anak Tiri Dianiaya, Satu Meninggal
The Asian Parent

SUMSEL, SENAYANPOST.com - Istri siri menolak diajak mencuri sepeda motor, Anton seorang residivis warga Kabupaten Pali, Provinsi Sumatera Selatan, melampiaskan kekejamannya dengan menganiaya kedua anak tirinya, satu meninggal. Atas perbuatannya, ayah tiri yang kejam ini masih dalam pengejaran polisi.

"Korban sudah dibawa ibu kandungnya untuk dikebumikan di Desa Jirak sesuai kesepakatan keluarga, sedangkan saudara Anton masih dalam pengejaran Tim Elang. Diketahui, Anton ini juga residivis," kata Kapolsek Talang Ubi, Kompol Nasution, melalui Kanit Reskrim Ipda Arzuan yang disampaikan Katim Riksa Bripka Firzan, Jumat (27/8/2021).

Penganiayaan anak tiri ini bermula saat pelaku Anton mengajak Rafika Dewi, istri sirihnya yang baru empat bulan menikah, warga Desa Bumi Makmur (SP6) kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, untuk melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor). 

Karena istrinya menolak, Anton memaksa kedua anak tirinya Niko (korban) dan Ni (kakak perempuan korban) naik ke atas motor, demikian juga dengan istrinya karena pelaku mengancam akan membunuh kedua anak tirinya jika tidak ikut naik ke atas motor.

Karena diancaman, ibu korban pun naik ke atas motor. Namun, saat motor akan melaju, ibu korban melompat dari motor sembari berteriak meminta tolong warga sekitar. Ibu korban juga sempat berteriak kepada kedua anaknya supaya melompat dari sepeda motor. 

Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar datang dan sempat mengejar Anton yang membawa kedua anak tirinya dengan sepeda motor tetapi tidak berhasil. Setibanya di hutan di Simpang Empat Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Anton menghentikan motornya lalu menyiksa kedua anak tirinya yang masih balita, dengan cara memukul Ni dan Niko. 

Tak hanya itu, ia juga memaksa Niko meminum air sungai, hingga akhirnya balita yang masih berusia 1 tahun 8 bulan ini meninggal dunia karena dianiaya. Setelah itu, Ni dan jasad Niko  ditinggalkan begitu saja di sebuah bangunan warung kosong di Simpang Pintu, Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (26/8/2021).

Sementara, anaknya yang satu lagi saat itu hanya bisa menangis melihat adiknya tidak lagi bernapas. Tangisan sang kakak didengar oleh Rian Mardiansyah yang mau mengukur pemasangan pintu di bangunan warung kosong tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Mengetahui itu, dirinya langsung memberi tahu warga setempat dan kepala desa. Kemudian, mereka diselamatkan warga dari TKP dan jasad anak yang meninggal dibawa RSUD Pali.

"Semalam Ibunya datang ke Mapolsek dengan pihak keluarganya untuk menjemput jasad anak kandungnya di kamar jenazah RSUD Pali," terang Katim Riksa Bripka Firzan.