Kecewa Testing Tak Difokuskan, Guru Besar FK UI Akmal Taher Mengundurkan Diri dari Satgas Covid-19

Kecewa Testing Tak Difokuskan, Guru Besar FK UI Akmal Taher Mengundurkan Diri dari Satgas Covid-19
Prof. Dr. dr. Akmal Taher. (foto Kumparan.com)
JAKARTA, SENAYANPOST.com - Akmal Taher mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kabid Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 . Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) itu mengundurkan diri per Jumat (25/9).
Surat pengunduran dirinya itu sudah diserahkan ke Ketua Satgas Doni Monardo.
"Betul saya mengundurkan diri, sudah saya berikan suratnya," ujar Akmal, saat dihubungi kumparan, Sabtu (26/9/2020).Adapun alasannya mengundurkan diri karena kecewa Satgas tidak mementingkan tracing dan testing dalam penanganan pencegahan corona.
Akmal mengatakan dia akan kembali ke kampusnya di Universitas Indonesia usai mengundurkan dari dari Satgas. 
"Saya kan inginnya lebih banyak, fokus ke arah tadi, tracing dan testing. Dan bentuknya itu dalam penguatan Puskesmas," kata dia.
"Karena kalau cuma bilang tracing testing itu kan semua orang juga bisa, tapi apa yang musti dikerjakan? itu kan masalah. Tapi kan gimana ya ada juga prioritas lain yang musti dikerjakan angka kematian yang tinggi, tapi kalau saya agak cenderung konsentrasi ke itu, karena tracing testing rantai penularan bisa kita cegah," lanjut Akmal. Akmal menyoroti tracing dan testing yang dilakukan di daerah luar Jakarta memang susah dilakukan. Banyak kendalanya.
"Kendalanya itu banyak. Itu kalau ada 30 orang positif kalau sama WHO orang yang kontak sama dia dicari. Nah coba bayangkan kita mau kerjakan itu, pertama orangnya engak mau ditanya, cari orangnya susah dan sebagainya. Sehingga betul-betul harus program yang didesain, nyangkut biaya, kalau saya bilang puskesmas itu tempat untuk menyatakan itu," ujar Akmal.