Tak Berkategori

Kecewa Iuran Jaminan Kesehatan Naik, DPR Merasa Tak Perlu Ada Rapat Dengan BPJS Dan Kemenkes

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi IX DPR RI merasa kecewa dan kesal atas putusan Kementerian Kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menaikkan iuran jaminan kesehatan secara sepihak.

Kekesalan itu diungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh kepada Menteri Terawan, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, DJSN, dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatandan sejumlah pejabat BPJS Kesehatan dalam rapat di gedung parlemen, Rabu (6/11/2019).

“Saya merasa rapat ini sudah tidak miliki harga sama sekali, karena seluruh keputusan-keputusan sudah tidak dijalankan sama sekali,” kata Nihayatul.

Dia menambahkan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan menyeleweng dari hasil rapat gabungan (ragab) pemerintah dan DPR 2 September 2019.

“Hasil rapat September lalu yang dipimpin oleh Ibu Dewi Asmara, kami meminta pemerintah tidak menaikkan iuran untuk kelas III, tetapi ternyata perpres tetap terbit. Di situ jelas-jelas tertulis bahwa kelas III tidak dinaikkan, tetapi ternyata tetap dinaikkan. Lalu, harga diri kita apa, lalu kenapa kita masih mau rapat,” kata dia.

Nihayatul mengatakan, upaya pemerintah menaikkan premi asuransi kesehatan khususnya untuk kelas III, masih menuai perdebatan. Apalagi, sesuai dengan perpres itu, besaran iuran di seluruh segmen naik 100 persen dari besaran semula.

“Saya usulkan jika masih dinaikkan, kami tidak usah rapat lagi dengan BPJS dan Kementerian Kesehatan, tidak ada gunanya. Rangkuman dan kesepakatan apa pun tetap dilanggar kok. Tidak ada sanksi apa pun,” ujarnya kesal. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close