Kawasan Bundaran HI Masih Ramai Pelari-Pesepeda H-1 PSBB Total DKI Jakarta

Kawasan Bundaran HI Masih Ramai Pelari-Pesepeda H-1 PSBB Total DKI Jakarta
Pesepeda di Bundaran HI (foto detikcom)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total DKI Jakarta akan diterapkan kembali oleh Gubernur Anies Baswedan pada besok (14/9). Namun, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat masih ramai warga yang berolahraga.

Pantauan detikcom di lokasi pukul 07.00 WIB, Minggu (13/9/2020) nampak pesepeda dan pelari hilir mudik melintas. Mereka terdiri dari anak-anak, orang tua hingga para muda-mudi. Mereka pun terlihat mengayuh sepedanya sembari mengelilingi ikon Bundaran HI yaitu air mancur.

Sebagian besar pesepeda, pelari maupun pejalan kaki terpantau tertib mengenakan masker. Pelari dan pesepeda mengambil lajur kiri yang telah ditandai dengan barrier oranye.

Bahu jalan yang digunakan membuat pemotor dan pemobil mengurangi kecepatannya. Mereka juga membunyikan klakson agar pesepeda tak keluar dari jalur pembatas sehingga bisa bertabrakan.

Sementara itu pelari terkadang memilih berhenti sejenak untuk berswafoto di tempat favorit ini. Satpol PP pun turut memberikan teguran lisan agar mereka melanjutkan perjalanannya.

Ada juga aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di sisi jalan sambil memegang poster anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker.

"Jangan lupa pakai maskernya ya, jangan lupa jaga jarak ye, cuci tangan ye, keren coy," kata salah seorang polisi dengan pengeras suara sembari berkeliling.

Masih ada para orang tua yang nekat membawa anak-anak di bawah 9 tahun. Terlihat juga warga masih ada yang tidak memakai masker dan kemudian ditindak oleh Satpol PP di lokasi.

Selain itu, terlihat petugas dinas perhubungan (dishub) yang ikut menertibkan warga. Mereka turut menindak warga yang tidak memakai masker dan menegur yang berkerumun.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali akan menerapkan status PSBB total di Ibu Kota. Karena itu, pagi ini Pemprov DKI meniadakan kawasan khusus pesepeda.

10 titik yang ditiadakan Pemprov DKI itu tersebar di lima wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Peniadaan kawasan khusus pesepeda ini sebagai tindak lanjut pemberlakuan PSBB di Ibu Kota, yang mulai berlaku pada 14 September 2020.

"Seiring dengan peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta, pelaksanaan kawasan khusus pesepeda mulai 13 September 2020 ditiadakan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangannya pada Sabtu (12/9)

Sementara itu, kepastian kebijakan soal PSBB DKI Jakarta akan diumumkan hari ini. Dalam pengumuman itu juga akan disampaikan rincian aturan PSBB DKI untuk menghindari perbedaan interpretasi.

"Dan besok kita akan umumkan, karena malam hari ini sedang dituntaskan peraturannya. Jadi nanti ketika kita mengumumkan sudah dalam bentuk peraturan yang ada pasal-pasalnya, ada perincian detail sehingga tidak terjadi interpretasi yang beda-beda," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9). (WS)