Katanya PPKM Darurat, Ternyata WNA Boleh Masuk RI Asal Karantina 8 Hari

Katanya PPKM Darurat, Ternyata WNA Boleh Masuk RI Asal Karantina 8 Hari
Pemeriksaan dokumen

TANGERANG, SENAYANPOST.com - Ketua Satgas Udara Penanganan Covid-19, Kolonel Tek Sunu Eko Prasetyo, mengatakan, Warga negara asing (WNA) diperbolehkan mendatangi Indonesia dalam masa PPKM darurat ini. Namun mereka wajib mengikuti karantina selama delapan hari.

Mennurut Kolonel Tek Sunu Eko Prasetyo, addendum terkait karantina kesehatan itu berlaku mulai Selasa (6/7/2021) di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. 

"Iya, mulai tanggal 6 Juli 2021," ungkapnya, Senin (5/7/2021).

Diketahui, dalam adendum yang dimaksud yakni, penumpang dari luar negeri yang memasuki Indonesia melalui Bandara Soetta, mulai Selasa (6/7/2021) diwajibkan mengikuti karantina kesehatan selama delapan hari.

Ketentuan itu didasari oleh pemberlakuan PPKM darurat se-Jawa Bali yang diterapkan mulai 3-20 Juli 2021. Selain atas dasar tersebut, ketentuan karantina kesehatan itu turut tercantum dalam addendum Surat Edaran Nomor 8 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Adendum itu disahkan oleh Kepala BNPB selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito di Jakarta pada 4 Juli 2021.

Berikut merupakan ketentuan bagi WNI mau pun WNA yang harus dilakukan usai mendarat di Bandara Soetta:

• Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 8 x 24 jam, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Bagi WNI, yaitu pekerja migran Indonesia (PMI); pelajar/mahasiswa; atau pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 11 tentang Pintu Masuk, Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi WNI Pelaku Perjalanan Internasional, dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

2. Bagi WNA di luar kriteria sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, di luar perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing, menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri

• Dalam hal perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 8 x 24 jam

• WNI dan WNA dilakukan RT-PCR kedua pada hari ke tujuh karantina • Dalam hal tes ulang RT-PCR saat hari ke tujuh menunjukkan hasil negatif, maka setelah dilakukan karantina selama 8 x 24 jam, WNI dan WNA dapat dinyatakan selesai karantina

• Setelah menyelesaikan kewajiban karantina, WNI dan WNA diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari

• Bila hasil tes ulang RT-PCR menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan di RS bagi WNI dengan biaya ditanggung pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri

• WNI wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sebagai persyaratan masuk ke Indonesia, bila WNI belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksin di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif

• WNA wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sebagai persyaratan masuk ke Indonesia

• WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan

• Kewajiban menunjukkan kartu vaksin Covid-19 dikecualikan kepada WNA pemegang visa diplomatik atau visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema travel corridor arrangement, sesuai prinsip resiprotas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Jo)