HukumNasional

Kasus Suap Dana Hibah KONI, KPK Panggil Sesmenpora Gatot S Dewa Broto

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indoneaia (KONI). Untuk itu, KPK meminta keterangan kepada Sekretaris Menpora, Gatot S Dewo Broto, terkait perkara itu.

Seperti dikutip inews, Gatot tiba sekitar pukul 10.00 WIB tadi ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. “Dibutuhkan keterangannya dalam pengembangan perkara di Kemenpora,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (26/7/2019).

Dalam perkara ini, KPK telah menjerat lima orang tersangka. Mereka adalah Ending Fuad Hamidy selaku sekretaris jenderal KONI, dan; Johnnny E Awuy selaku bendahara umum KONI. Keduanya diduga sebagai pihak pemberi suap.

Selanjutnya ada Mulyana selaku deputi IV Kemenpora; Adhi Pumomo selaku pejabat pembuat komitmen (KPK) pada Kemenpora, dan; Eko Triyanto selaku staf Kemenpora. Ketiga orang ini diduga sebagai pihak penerima suap.

Dalam fakta di persidangan beberapa waktu lalu, Kepala Bagian Keuangan KONI Pusat, Eni Purnawati, menyebut asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, juga menerima uang Rp3,08 miliar. Dalam sidang tersebut jaksa KPK juga membeberkan bukti dua buku tabungan yang di dalam buku tabungan tersebut bertuliskan sejumlah angka beserta nama Ulum dan Mulyana yang dituliskan menggunakan pensil.

Eni membeberkan, dia telah mentransfer sejumlah uang ke rekening milik Johnny yang dipegang Ulum itu. Sumber Uang Rp80 juta yang telah ditransfer itu, kata Eni, berasal dari kas milik KONI yang sumber dananya dari Kemenpora.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close