Hukum

Kasus Suap, 10 Mantan Anggota DPRD Kota Malang Divonis Berbeda

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan vonis berbeda kepada 10 mantan anggota DPRD Kota Malang dalam perkara suap. Selain hukuman badan, mereka juga dipaksa untuk mengembalikan kerugian negara.

Ketua Majelis Hakim, Cokorda Gede Arthana dalam putusannya mengatakan, hal yang menjadi pertimbangan memberatkan adalah tindakan para terdakwa dianggap bertentangan dengan program pemerintah terkait tindak pemberantasan korupsi.

“Sedangkan yang meringankan, semua terdakwa telah mengakui perbuatannya dan tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangannya,” katanya, Kamis (4/4/2019).

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim, untuk terdakwa Arief Hermanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Erni Farid, Teguh Mulyono, Choirul Amri dan Harun Prasodjo divonis pidana penjara dengan 4 tahun 1 bulan.

“Sedangkan tiga tedakwa lainnya, Sony Yudiarto, Teguh Puji Wahyono divonis 4 tahun 2 bulan penjara. Sedangkan terdakwa atas nama Mulyanto divonis dengan 4 tahun 6 bulan penjara. Selain itu semua tedakwa dikenakan denda sebesar Rp 200 juta subsider 1 bulan penjara,” kata Cokorda.

Dalam putusan hakim ini, jaksa menerima putusan untuk semua terdakwa, terkecuali vonis yang dijerat kepada Sony Yudiarto.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Suharmanto mengatakan, ada beberapa hal yang membuat jaksa memilih pikir-pikir dengan putusan terdakwa Sony. Sebab, terdakwa Sony hingga kini belum mengembalikan uang kerugian negara yang dibebankan padanya.

“Karena memang terdakwa ini belum mengembalikan uang itu,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK mengungkap kasus suap yang melibatkan sejumlah mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014 hingga 2019. Mereka diduga menerima hadiah terkait dengan Pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015 dari Moch Anton selaku Wali Kota Malang periode tahun 2013 hingga 2018.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close