HukumPolri

Kasus Penipuan Jual Beli Tanah di Jimbaran, Ada 3 Tersangka Baru

DENPASAR, SENAYANPOST.com – Polda Bali menetapkan 3 tersangka baru dalam kasus dugaan penipuan jual beli tanah senilai Rp 150 miliar di kawasan Jimbaran, Badung, Bali. Kasus tersebut melibatkan mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Ketut Sudikerta.

Satu dari tiga tersangka baru itu adalah adik ipar dari Sudikerta bernama Ida Bagus HTY atau Bagus Hendri. Pada Desember 2018 lalu, Sudikerta sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali.

Direktur Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho membenarkan adanya penetapan tiga tersangka baru tersebut. Mereka adalah Anak Agung Na, Wayan Wakil dan Ida Bagus HTY.

“Iya ada penetapan tiga tersangka baru, Anak Agung, Wayan Wakil dan Ida Bagus Hendri,” kata Yuliar saat dikonfirmasi Senin (1/4/2019) sore.

Yuliar menjelaskan, ketiganya berperan membantu dan turut serta dalam dugaan penipuan tersebut. Adapun, untuk aliran dana yang masuk ke rekening Bagus Hendri sebanyak Rp 85 miliar.

“Ada yang ikut serta melakukan dan dia (Ida Bagus HTY) adik ipar Sudikerta,” ungkap dia.

Selain itu, Yuliar menuturkan sejauh ini telah meminta keterangan sebanyak 26 saksi. Rencananya, ketiga tersangka akan diperiksa lagi pada Selasa (2/4) besok sekitar pukul 10.00 WITA di Mapolda Bali.

“Besok jam 10.00-an akan diperiksa lagi. Ada masing-masing menerima aliran dana. Untuk jumlahnya masing-masing nanti masih ada di penyidik,” jelasnya.

Untuk diketahui, kasus ini berawal pada tahun 2013 lalu. Saat itu pemilik Maspion Grup, Ali Markus bertemu dengan Sudikerta untuk membicarakan pembelian lahan di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Kemudian, dalam pertemuan tersebut, Sudikerta menawarkan dua objek tanah yang diakui miliknya. Tanah pertama, Surat Hak Milik (SHM) Nomor 5048 seluas 38.000 meter persegi yang berada di Balangan, Badung, Bali. Kemudian tanah kedua SHM dengan Nomor 16249 seluas 3.300 meter persegi di Jimbaran, Badung, Bali.

Namun, setelah beberapa bulan transaksi, baru diketahui bahwa SHM Nomor 5048 merupakan sertifikat palsu. Sementara satunya, yakni Nomor 16249 sudah dijual ke pihak lain.

Dalam proses jual beli tanah tersebut, pihak Maspion telah mentransfer uang sejumlah Rp 149 miliar ke Sudikerta dan kawan-kawan. Dari uang tersebut kemudian diduga disalurkan ke PT Pecatu Gemilang. Sudikerta sendiri memiliki peran mengendalikan semua aliran uang tersebut.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close