Nasional

Kasus Jiwasraya, OJK Kaji Ulang Penjualan Produk Investasi di Bank

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menegaskan pihaknya akan mengkaji ulang penjualan produk investasi melalui bank di antaranya produk kerja sama perusahaan asuransi dengan perbankan atau bancassurance.

Pengkajian ini dilakukan terkait potensi kerugian negara dari kasus gagal bayar Jiwasraya mencapai Rp13,7 triliun.

“Ini harus diluruskan ke depan mana saja instrumen yang bisa dijual melalui bank,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam CNBC Economic Outlook 2020 di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Ia menambahkan, kalau itu proteksi boleh dijual. Tetapi kalau investasi, pihaknua akan melihat instrumen investasi apa yang boleh dijual di bank.

Menurut dia, tidak ada produk reksa dana yang memberikan jaminan imbal hasil karena selain dari harga, instrumennya termasuk saham itu juga kerap mengalami gejolak atau volatile.

OJK tidak menghapus produk tersebut namun meminta agar skema diubah menjadi non guaranteed return.

“Bukan dibubarkan, dia yang skema produk itu tolong dikembalikan dulu, abis itu jadi kontrak baru menjadi non guarantee return,” katanya. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close