Kasus Corona Global Tembus 19 Juta

Kasus Corona Global Tembus 19 Juta

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Jumlah kasus infeksi Covid-19 di dunia menembus angka 19 juta mendekati akhir pekan ini. Situasi ini memaksa sejumlah negara kembali menerapkan kebijakan larangan perjalanan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Data John Hopkins University, pada Kamis (6/8/2020) kemarin menunjukkan, jumlah kasus positif Covid-19 menyentuh angka 19.000.553 di seluruh dunia dan angka kematian bertambah menjadi 712.315. Demikian yang dikutip dari AFP, Jumat (7/8/2020) siang WIB.

Tercatat, dalam waktu kurang dari sepekan terdapat penambahan lebih dari 1 juta kasus. Sebelumnya, kasus infeksi Covid-19 berada di angka 18 juta pada awal pekan ini.

Sejumlah negara di Benua Amerika dan India menjadi penyumbang terbesar pada kenaikan jumlah kasus baru dan kematian akibat Covid-19. Amerika Serikat mencatat lebih dari 2.000 kasus kematian dalam 24 jam pada Kamis kemarin.

Jumlah tersebut jadi yang terbanyak dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Sedangkan jumlah kematian di AS hampir mencapai 160.000. Brasil mengikuti di posisi kedua dengan angka kematian lebih dari 95.000.

Di hari yang sama, Meksiko mendapat tambahan lebih dari 50.000 kasus baru Covid-19. Dengan demikian, negara Amerika Tengah itu kini mencatat jumlah kasus infeksi Covid-19 lebih dari satu juta.

Eropa juga menjadi wilayah paling terdampak Covid-19 setelah Benua Amerika. Sejak virus yang menyerang pernapasan itu merebak pada Desemnber 2019 lalu, di seluruh benua biru terdapat lebih dari 200.000 kasus kematian.

Banyak yang meyakini gelombang kedua Covid-19 menghantam sejumlah negara besar akibat kebijakan pelonggaran lockdown (pembatasan wilayah) sejak Juni lalu setelah dianggap berhasil mengendalikan penyebaran virus.

Fakta ini sekali lagi mendorong negara-negara di Eropa seperti Belanda, Jerman, Rusia sampai Australia kembali memberlakukan isolasi wilayah. Di benua Kanguru, dalam sepekan terakhir terdapat penambahan kasus baru hampir 800 dengan akumulasi kematian sebanyak 25 orang. Catatan tersebut jadi yang terburuk dialami Australia sepanjang pandemi.

Melbourne, kota terbesar kedua Australia, yang merupakan lokasi paling parah dihantam gelombang kedua Covid-19 memberlakukan jam malam serta membatasi aktivitas publik. Guna mendukung aturan tersebut, pemerintah kota menyiagakan ratusan tentara serta menyiapkan sanksi berat bagi pelanggar.