Kasus Corona di DPR Jadi 41 Orang

Kasus Corona di DPR Jadi 41 Orang
DPR RI

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kasus positif corona di Gedung DPR, Senayan bertambah 1 orang yang merupakan seorang ASN. Sehingga saat ini terdapat 41 orang yang terkonfirmasi positif corona di lingkungan DPR.

Dari 14 orang tersebut, 18 orang di antaranya merupakan anggota DPR. Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan penambahan satu orang ASN yang positif COVID-19 baru terkonfirmasi pagi tadi.

Saat ini, kata dia, ASN yang bekerja di DPR itu langsung melakukan isolasi mandiri. "Iya tadi pagi ada satu lagi (yang positif) dari ASN pegawai kita. Iya (total 41 orang)," kata Indra saat dihubungi, Kamis (8/10).

Indra mengatakan, sejauh ini ASN DPR selalu melaporkan kepada Kesetjenan apabila terjangkit COVID-19. Lalu, bagi ASN yang dinyatakan positif harus menjalani isolasi.

"Iya dari ASN rata-rata dia melaporkan pasti karena dia harus isolasi mandiri di rumah gitu ya di keluarganya. Kalau anggota kan sekarang mereka reses, mereka di dapil ya," kata dia.

Untuk mencegah penyebaran semakin luas, Indra menuturkan Kesetjenan selalu melakukan monitor terhadap ASN hingga cleaning service secara ketat. Sementara itu, fraksi di DPR tak dipaksakan untuk melaporkan kasus corona yang menimpa anggotanya.

"Kan kita juga selalu memonitoring, ada fraksi yang mau menyampaikan, ada juga fraksi yang tidak menyampaikan gitu. Itu kalau anggota, tapi kalau dari sisi ASN terus cleaning service semua itu kita monitor ketat ya," tutup Indra.

Sebelumnya, Indra mengatakan jumlah kasus corona di DPR bisa lebih banyak dari kasus yang disampaikan ke publik. Sebab, kata dia, terdapat 2 fraksi yang menolak melaporkan kasus corona dan ada sejumlah anggota DPR positif COVID-19 yang tak ingin diungkap ke publik.

"Memang kami memiliki data itu sekitar 40, 18 itu dari berbagai fraksi. Kemudian sekitar 22 ada dari tenaga ahli, ada staf ahli, ada cleaning service, ada juga pegawai. Jadi untuk keseluruhan pun itu jumlah yang disebutkan 40, yang 18 anggota pun itu adalah sebenarnya jumlah yang minimal," kata Indra, Rabu (7/10).

"Karena ada juga anggota-anggota yang menyampaikan secara pribadi ke saya langsung bahwa positif setelah di swab. Tapi tidak mau diinformasikan, ada beberapa," sambung dia.