Kasus Azis Syamsuddin, KPK Buka Peluang Tetapkan Aliza Gunado sebagai Tersangka

Kasus Azis Syamsuddin, KPK Buka Peluang Tetapkan Aliza Gunado sebagai Tersangka

JAKARTA, SENAYANPOST.com - KPK membuka peluang mengusut keterlibatan mantan Wakil Ketua Umum PP AMPG Aliza Gunado (AG) dalam kasus suap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Bahkan, KPK membuka peluang menjerat Aliza Gunado sebagai tersangka jika ditemukan bukti permulaan cukup.

"Untuk kita menetapkan atau menyatakan seseorang sebagai tersangka, harus dilengkapi dulu untuk bukti-buktinya. Karenanya, KPK tetap melanjutkan penyidikan dan penyelidikan, nanti kalau seandainya ditemukan keterangan-keterangan dan bukti-bukti, sehingga bisa membuat terang suatu perkara dan kita menemukan tersangka lain, ya kita jadikan tersangka juga," kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021), dini hari.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka. Azis ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap terkait pengurusan perkara yang sedang ditangani KPK di Lampung Tengah. 

Dalam konstruksi perkara Azis Syamsuddin, terungkap adanya nama Aliza Gunado yang merupakan mantan Direktur PT Jasa Lampung Utama (LJU) disebut-sebut turut terlibat menyuap oknum penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Azis dan Aliza menyuap Stepanus Robin sebesar Rp3,1 miliar dari kesepakatan awal Rp4 miliar. Uang suap Rp3,1 miliar tersebut diduga untuk mengurus perkara yang menjerat Azis dan Aliza terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Lampung Tengah 2017. Baca juga: Terungkap, Harga Urus Perkara Azis Syamsuddin di KPK Rp4 Miliar

Firli belum dapat mengumumkan secara terang terkait status hukum Aliza Gunado saat ini. Ia hanya menjelaskan status saksi ataupun tersangka yang disematkan kepada seseorang, harus sesuai dengan bukti-bukti. 

"Saya ingin sampaikan bagaimana status AG (Aliza Gunado), untuk kita mengatakan status seseorang apakah saksi atau tersangka itu harus berawal dari keterangan saksi dan bukti-bukti," beber Firli dilansir Sindonews. 

Lebih lanjut, dipaparkan Firli, saksi merupakan orang yang mengetahui, mengalami sendiri atau melihat sendiri suatu peristiwa tindak pidana. 

Sementara tersangka, adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. 

"Karena itu untuk kita menetapkan atau menyatakan seseorang sebagai tersangka, harus dilengkapi dulu untuk bukti-buktinya," ucapnya.