Kartu Prakerja Gelombang 7 Ditutup, Pendaftar Capai 2,8 Juta Orang

Kartu Prakerja Gelombang 7 Ditutup, Pendaftar Capai 2,8 Juta Orang

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja telah menutup pendaftaran gelombang 7 pada siang ini, Senin (7/9/2020).

Head of Communications PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan, hingga siang ini tercatat ada 2,8 juta orang yang mendaftar menjadi peserta program Kartu Prakerja. Namun demikian, kuota peserta untuk gelombang 7 kali ini akan sebanyak 800.000 orang.

“Yang menerima Kartu Prakerja (dari gelombang 1 hingga 7) akan menjadi 3,8 juta orang,” ujar Louisa ketika dihubungi melalui pesan singkat.

Dengan demikian, total jumlah pendaftar program Kartu Prakerja sejak dibuka gelombang 1 pada 11 April 2020 lalu sudah mencapai 18,7 juta orang. Namun demikian, Louisa enggan mengungkapkan jumlah insentif yang telag dicairkan kepada peserta yang telah menyelesaikan program tersebut.

Untuk diketahui, peserta program Kartu Prakerja akan mendapat bantuan dari pemerintah senilai Rp 3,55 juta. Bantuan tersebut terdiri dari biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta yang tidak bisa dicairkan (hanya untuk biaya pelatihan), insentif penuntasan pelatihan Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, dan insentif survei kebekerjaan Rp 150.000.

“Data ini harus dicheck lagi yang terbaru karena sangat dinamis. Setiap hari ada yang menyelesaikan pelatihan dan setiap hari ada insentif yang dibayarkan,” ujar Louisa.

Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun bakal ada 5,6 juta orang yang menjadi peserta dan mendapatkan insentif dari program Kartu Prakerja. Untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan program, pemerintah pun mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 triliun.

Rinciannya sebesar Rp 5,6 triliun untuk biaya pelatihan, insentif sebesar Rp 13,45 triliun, dana survei Rp 840 miliar, PMO Rp 100 juta. Dengan jumlah total peserta yang sudah mencapai 3,8 juta orang hingga gelombang 7, maka sisa kuota yang tersisa adalah 1,8 juta.