Kartu Nikah Berkolom Empat Istri Dipastikan Hoaks

Kartu Nikah Berkolom Empat Istri Dipastikan Hoaks
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan, viral di media sosial kartu nikah yang hanya mencantumkan foto suami pada tampilan depan dengan tulisan nama 'Kementrian Agama', bukan Kementerian Agama. Sementara pada tampilan belakang, terdapat empat kolom untuk foto istri.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, memastikan bahwa kartu itu bukan format resmi yang diterbitkan oleh Kemenag, alias hoaks.

"Kartu dengan foto suami dan empat kolom foto istri itu bukan kartu resmi yang diterbitkan Kementerian Agama. Itu masuk kategori hoaks karena mengatasnamakan dan menggunakan logo Kementerian Agama," kata Kamaruddin melalui pesan tertulis dikutip dari Republika, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, mulai Agustus 2021, Kemenag memang tidak lagi menerbitkan kartu nikah secara fisik. Pasangan pengantin yang menikah di bulan ini akan mendapatkan kartu nikah digital.

Ia menerangkan, kartu nikah digital terbitan Kemenag menampilkan foto pasangan suami dan istri pada halaman depan. Disertai keterangan nama suami, nama istri, serta tanggal akad nikah.

"Bagian atas kartu tertulis lengkap nama Kementerian Agama Republik Indonesia yang diapit gambar Garuda dan logo Kemenag. Sementara pada bagian bawah, ada keterangan KUA tempat menikah, nomor akta, serta barcode yang akan terhubung dengan data server Direktorat Jenderal Bimas Islam. Data lengkap pasangan pengantin ini bisa dibaca melalui scan barcode.

Kamaruddin menambahkan, layanan kartu nikah digital ini bisa diakses di semua KUA yang telah terintegrasi dengan sistem informasi manajemen nikah (Simkah Web). Saat ini, tercatat sudah ada 5.819 KUA yang sudah bisa mengakses Simkah Web. Jumlah tersebut masih terus bertambah seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan di KUA. 

Ia juga mengatakan, kartu nikah bukan pengganti buku nikah, sehingga pasangan pengantin tetap akan menerima buku nikah fisik. Sementara kartu nikah akan diberikan secara digital melalui nomor WhatsApp maupun email yang didaftarkan.

"Tetapi bagi pasangan pengantin yang menghendaki kartu nikah fisik, bisa mengajukan permohonan kepada Kepala KUA selama persediaan kartu nikah di KUA tersebut masih ada," jelasnya.