KomputerTeknologi

Kartu Kredit Pelanggan Zalora Dibobol Rp 14 Juta

Jakarta – Kasus pembobolan akun pengguna rupanya tidak hanya terjadi di Lazada. Kejadian serupa juga dialami konsumen toko e-commerce Zalora.
Sang korban mengaku bernama Lai Sulaiman. Kepada detikINET ia menceritakan kejadian pembobolan akun Zalora miliknya yang mengakibatkan kerugian belasan juta rupiah.
Pria yang disapa Sulaiman ini mendaftar di Zalora pada 2015. Ia sempat beberapa kali berbelanja di situs e-commerce anak usaha Rocket Internet ini.
Sulaiman mengaku sudah beberapa bulan tidak berbelanja lagi. Hingga 5 April lalu ia mendapatkan SMS dari bank penerbit kartu kreditnya bahwa ada transaksi yang sukses di Zalora sekitar pukul 03.00 pagi.
“Meski menerima SMS namun limit kartu tinggal sepertiganya,” ujarnya.
Sontak ia kaget. Sulaiman pun langsung menelepon costomer service bank. Namun informasi yang diberikan pihak bank makin membuatnya tercengang.
“Rupanya bukan 1 transaksi, tapi 9 transaksi. Saya pun langsung meminta pemblokiran dan menyanggah transaksi,” tuturnya.
Saat itu Sulaiman berpikir data kartu kreditnya yang dibobol dan bukan bahwa akun Zaloranya yang dibajak. Meski demikian ia coba mencari tahu dengan mengubungi pihak costomer service Zalora.
Sulaiman pun mendapat informasi bahwa transaksi dilakukan lewat akunnya. Belum habis kebingungannya, muncul SMS yang berisi barang pesanan siap dikirim.
“Saya baru menyadari pembajak telah merubah nama, password dan alamat pengiriman,” katanya.
Ia pun kembali menghubungi customer service Zalora. Perusahaan e-commerce yang berpusat di Singapura ini langsung menangani masalah tersebut.
“Saat ini sudah 8 order yang berhasil dibatalkan. Tinggal satu lagi masih menunggu notifikasi. Saya masih mempercayakan ke pihak Zalora untuk proses tersebut,” terang Sulaiman.
Ia berharap Zalora dan e-commerce lain menerapkan verifikasi 3D dengan OTP jika pembayaran dengan KK. Sebab tidak ada jaminan server tidak di-hack dan terjadi pencurian user name.
detikINET pun coba mengonfirmasi kasus yang menimpa Sulaiman kepada pihak Zalora. Berikut adalah penjelasan yang disampaikan oleh Anthony Fung, CEO Zalora Indonesia, Senin (11/4/2016), terkait masalah ini:
Kami cukup serius menanggapi isu keamanan di Zalora. Website kami dan kartu kredit konsumen dijamin keamanannya. Kami menggunakan PCI dan Norton Secured jadi aman dair hacker
Karena itu, ketika kami menerima isu dari Bapak Lai Sulaiman, kami melakukan pendekatan personal:
1. Kami menghubungi konsumen, membatalkan pesanan dan refund kartu kreditnya.
2. Kami memiliki sistem keamanan kartu kredit dan pengecekan penipuan yang ketat. Kami menangani masalah ini dengan memperketat keamanan. Jadi kami melakukan tambahan pengecekan bila alamat pengiriman berbeda dengan nama dan alamat yang tercatat di kartu kredit. (afr/fyk)
Sumber : detik.com

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close