Polri

Kapolda DIY: Pria Pembawa 35 Butir Peluru Bukan Anggota Jaringan Teroris

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Pol Ahmad Dofiri, memastikan pria berinisial RM RDY (29) yang diamankan karena membawa puluhan butir peluru di dalam tas punggungnya, Selasa (12/3/2019), bukan berasal dari jaringan teroris. Warga Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman tersebut hingga saat ini masih diperiksa intensif di Mapolda DIY.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Dofiri, sesuai menghadiri simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Pemilu 2019 di halaman parkir De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (14/3). Kepastian tersebut diperoleh setelah Densus 88 ikut memeriksa RM RDY. Pihaknya juga belum menentukan status tersangka kepada RM RDY.

“Kasus ini tidak ada kaitanya dengan tidak terorisme, Densus 88 juga ikut memeriksa. Itu hanya orang bisa yang mau masuk ke Markas Brimob membawa tas ransel kita periksa. Kita sampai sekarang belum tetapkan sebagai tersangka. Penahanan selama 24 jam masih diberlakukan,” ujar Dofiri.

Saat petugas melakukan penggeledahan, tidak ditemukan bahan peledak. Tas ransel yang dibawa berisi sejumlah buku, uang, KTP, 35 butir peluru, magazine dan lainnya. RM RDY sempat kabur saat hendak diperiksa petugas penjaga Markas Brimob.

Pihaknya akan menjerat RM RDY dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata. Polisi saat ini masih mendalami motif RM RDY membawa barang-barang tersebut. Kapolda juga meminta agar yang bersangkutan tidak dikaitkan terlalu jauh dengan tindak terorisme.

Kapolda memastikan kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta aman dan tidak ada ancaman terorisme atau tindak kriminal umum lainnya.

Untuk diketahui, polisi mengamankan seorang pria berinisial RM RDY karena membawa puluhan butir peluru di dalam tas punggungnya, Selasa (12/3/2019). RM RDY diamankan karena gerak-geriknya yang mencurigakan di sekitaran Mako Brimob Polda DIY.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Hadi Utomo mengatakan, RM RDY diamankan sekitar pukul 09.30 WIB. Dia menerangkan, saat datang ke Mako Brimob Polda DIY, RM RDY berjalan kaki.

Saat itu, kata Hadi, RM RDY tengah menanyakan alamat ke petugas jaga di Mako Brimob Polda DIY yang ada di Baciro, Kota Yogyakarta. Curiga dengan gerak-gerik RM RDY, petugas jaga pun kemudian memeriksa isi tasnya yang dibawa.

“Didapati ada peluru di dalam tas saat dilakukan pemeriksaan. Jumlah peluru ada 35 butir,” ujar Hadi di Mapolda DIY, Selasa (12/3/2019).

KOMENTAR
Tags
Show More
Close